Di Atas Pertumbuhan Global

282
Di Atas Pertumbuhan Global

   BANK Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini mencapai 4%, meningkat dibanding tahun lalu. Namun tahun 2022 justru menurun lagi sampai 3,8%. Fluktuasi tersebut masih tetap akibat Covid-10 yang belum benar-beran teratasi. Keterlambatan distribusi vaksin ke semua negara terpapar corona menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu kepercayaan masyarakat terhadap keampuhan vaksin, baik buatan China maupun negara lain, belum benar-benar tumbuh.

    Dalam situasi seperti itu, pertumbuha ekonomi Indonesia justru menanjak. Bank Dunia meramalkan, petrtumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 ini akan mencapai 4,4% bahkan tahun 2022 naik menjadi 4,8%. Angka itu masih berada di bawah target nasional yakni 5%. Pemerintah yakin, target itu akan tercapai akibat penanganan Covid-19 yang semakin baik. Selain angka kesembuhan terus meningkat dan angka kematian tidak terlalu melonjak, kebijakan perekonomian mengisyaratkan optimisme.

   Diharapkan, setelah vaksinasi merata, masalah Covid-19 secara umum dapat teratasi. Pengembangan ekonomi dapat dilakukan secara lebih fokus. Karena itu, tiga masalah utama yang harus ditangani serempak yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Selama ini, pemerintah lebih fokus menanganui masalah kesehatan dan ekonomi, masalah pendidikan belum tertangani secara masif. Masalahnya, sekolah masih harus dilakukan dari rumah. Untuk menjaga penyebaran virus corona, sekolah tatap muka masih belum dapat dilakukan. Peningkatan mutu pendidikan mengalami keterlambatan akibat sekolah daring tersebut.

   Menteri Keuangan Sri Mulyani, justru mengatakan, ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat pada kuartal I 2021. Penyebaran Covid-19 masih menjadi penyebab utama, seperti dilamsir Kontan.co.id yang mewawancarai Sri Mulyani. Kasus Covid-19 justru terus bertambah menjadi 907.929. Infeksi virus corona di Indonesia mencapai rekor terbanyak pada Sabtu 16/1 yakni 14.224 kasus. Peningkatan kasus Covid-19 itu bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi hampir di semua negara yang tengah dilanda Covid-19.

    Namuin demikian,  perekonomian Indonesia masih tertolong dengan masuknya investasi dan peningkatan nilai ekspor. Realisasi ekspor tumbuh 8,39 %  atau  16,54 miliar dolar AS. Peningkatan ekspor minyak dan gas semakin cerah manakala ekonomi negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat  segera pulih. Masalahnya masih terpusat pada Copvid-19. Indonesia tidak melakukan lock down secara penuh. Kebijakan pemerintah memilih menerapkan PSBB yang ditingkatkan menjadi PSKM. Masalahnya, lock down penuh, akan menghambat mobilitas masyarakat yang kemudian akan berdampak pada peremkonomian masyarakat yang stagnan.

   Menurut para pengamat ekonomi dunia, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Diharapkan hal itu akan terealisasi setelah dilakukan vaksinasi secara merata. Di samping vaksinasi masal, masyarakat berharap pemerintah mencari obat yang diperkiarkan dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Penggunaan obat khusus Covid-19 akan mengurangi penderitaan orang yang terpapar Covid-19 dan meningkatkan penyembuhan.

    Sebagai orang beragama, kita harus yakin, segala penyakit yang ditutunkan ke dunia, pasti ada obatnya.Tinggal menggali, meneliti, dan memproduksinya. Kita tunggu hasil penelitian para pakar. ***