Ditembaknya Laskar FPI Sebagai Peristiwa Kemanusiaan Propam Polri Harus Bekerja Secara Independen

3986

BISNIS BANDUNG – KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis dapat menjamin tim khusus dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dapat bekerja secara independen dalam mengusut insiden penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

“Tim investigasi independen yang dijamin langsung oleh Kapolri bahwa tim tersebut bisa bekerja leluasa,” kata peneliti KontraS, Rivanlee Anandar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (9/12).

Dalam hal ini,lanjut Rivanlee, Kapolri perlu menjamin agar anak buahnya dapat mengusut permasalahan di internal Korps Bhayangkara tanpa terpengaruh konflik-konflik kepentingan tertentu. Dengan demikian, tim itu dapat menemukan bukti, saksi dan akses informasi yang leluasa untuk mengungkap peristiwa.

Namun Rivan meragukan hasil penyelidikan tim investigasi khusus itu dapat menjanjikan dan diterima publik. Pasalnya, sampai saat ini sejumlah kasus yang diusut oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)  belum tentu dapat membuat terang suatu peristiwa.

“Polisi juga kerap abai dalam pengungkapan fakta sebuah peristiwa. Selain itu, presiden juga seolah mewajarkan,” ujar Rivanlee.

“Tapi dengan tim khusus, ada upaya untuk mengungkap fakta peristiwa. Kuncinya,adalah transparan dan akuntabel,” tuturnya.

Rivan mengingatkan, Kapolri perlu memandang peristiwa kematian enam orang anggota laskar tersebut sebagai peristiwa kemanusiaan , sehingga ada rasa tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan anah buahnya di lapangan. (B-003)***

Baca Juga :   74 Perusahaan Disetujui Tangguhkan UMK 2018