Ditengah Covid19 Tidak Bisa Bermimpi Mampu Mengatasi Resesi Apabila Tidak Mengutamakan Penanganan Kesehatan

28

BISNIS BANDUNG  – Prediksi bahwa Indonesia  tinggal menunggu waktu masuk ke jurang resesi bukan tanpa alasan. Potensi pertumbuhan ekonomi bakal kembali negatif karena penanganan Covid-19 belum maksimal.

Berbeda dengan keyakinan menteri keuangan, ekonom senior Indef , Didik J. Rachbini justru meyakini bahwa RI akan masuk jurang resesi. Disebutkan ,  pertumbuhan ekonomi kuartal III akan terkontraksi lebih dalam. Penyebabnya, pemerintah dianggap tak serius menanggulangi pandemi. ”Indef tidak menduga sampai minus 5,32 %. Di luar dugaan, saya yakin kuartal III masuk resesi dan IV masuk lebih jauh lagi apabila penanganan Covid 19 belum tuntas.

Didik mengimbau pemerintah  menyelamatkan masyarakat dulu. Setelah itu ekonomi akan membaik. Pemerintah, menurut dia, tidak bisa bermimpi mampu mengatasi resesi apabila tidak mengutamakan penanganan kesehatan.

 “Di  negara-negara lain yang telah terbukti berhasil menanggulangi pandemi ,  berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti Tiongkok dan Vietnam lebih cepat pulih ekonominya daripada Indonesia saat ini,” ungkap Didik.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga pernah memproyeksikan situasi resesi. Itu didasarkan pada proyeksi ekonomi RI di kuartal III 2020 yang mencapai -1 %. Lalu pada kuartal IV 2020 diproyeksikan tumbuh 1,38 %.

”Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp 2.700 triliun anggaran yang sudah disiapkan, termasuk anggaran PEN (pemulihan ekonomi nasional),” ujarnya.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Muhammad Faisal menganalisis, krisis kali ini terutama disebabkan adanya kontraksi terhadap sisi permintaan. Itu tidak terlepas dari pilihan orang untuk menahan konsumsi. Maka, berbagai usaha pemerintah untuk menormalkan daya beli masyarakat harus lebih gencar dan tepat sasaran. Diperoleh keteranhgan , saat ini ada sembilan negara besar yang disebut sudah memasuki masa resesi sebagai dampak dari pandemi virus korona jenis baru yang dikenal dengan Covid-19. Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Italia, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Singapura, dan Filipina.

Baca Juga :    Stone Lover Bandung Larut Dalam Gelaran SAMPURASTUN 2019

Mengingat vaksin untuk menjinakkan virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok itu belum tersedia, negara-negara lain patut menyiapkan kemungkinan terburuk. Begitu juga di Indonesia. Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 yang minus 5,32 %. (B-003) **