DOB di Jawa Barat Harus Dipercepat

56
daerah otonomi baru

BISNIS BANDUNG– Luas wilayah dan jumlah penduduk Jabar yang besar perlu  percepatan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) yang  segera bisa diwujudkan.   Hal itu tiada lain guna lebih mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Jadi DOB ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan publik, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih dekat,” kata politisi Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar, Syahrir di Bandung, Senin (16/11/2020).

Dia menegaskan daerah otonomi baru di Provinsi Jabar merupakan sebuah kebutuhan yang yang harus direalisasikan oleh pemerintah.

“Jadi tujuannya untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat dan tata kelola pemerintahan. Lalu pemekaran wilayah di Jabar juga untuk mengembangkan potensi daerah, termasuk ekonominya, sehingga akan menyukseskan pembangunan Jabar,” katanya.

 Ia mengatakan pada beberapa tahun yang lalu, Pemprov Jabar telah mempersiapkan tiga calon daerah otonomi baru yang meliputi Bogor Barat, Garut Selatan, dan Sukabumi Utara namun belum jelas perkembangan pembentukannya hingga saat ini.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam web seminar Universitas Paramadina “The Implementation of Regional Economy in West Java” pada 14 Oktober 2020 menyatakan pemekaran wilayah menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan pembangunan.

Ia mengatakan secara ekonomi dalam pemerintahan terdapat ketidakadilan fiskal terhadap Jabar dari pemerintah pusat. Hal ini berpengaruh terhadap pelayanan publik dan penggerakan ekonomi.

Sehingga, kata dia, idealnya, Provinsi Jabar memiliki 40 daerah kabupaten/kota.

Ia berpendapat pemekaran daerah atau pembentukan daerah otonomi baru  penting  untuk melakukan berbagai percepatan pembangunan seperti percepatan pelayanan kepada masyarakat, percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi, percepatan pertumbuhan pembangunan ekonomi daerah.

“Termasuk percepatan pengelolaan potensi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban, serta peningkatan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah,” katanya.(B-002)***