DPRD Memaklumi Soal Penangguhan Ibadah Umrah

10

BISNIS BANDUNG – Pemerintah Arab Saudi telah  menangguhkan  warga negara asing masuk ke wilayah Kerajaan,  termasuk  dalam rangka ibadah umrah guna mencegah masuknya virus Corona.

Kepaada pers,  Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Adul Hadi Wijaya memaklumi keputusan tersebut, meskipun banyak kekecewaan para jamaah yang batal beribadah umrah teramsuk dari Indonesia.

“Kita harus menghormati dan memahami serta berkerjasama dengan keputusan ini,” tuturnya  Senin (02/03/2020).

Anggota DPRD Jabar dari fraksi PKS ini mengatakan, setiap lapisan masyarakat harus taat kepada pemerintah pusat. Selain itu, dia menitipkan pesan kepada masyarakat agar berserah diri dan berkhusnudzan kepada Allah SWT.

“Jadi ini kita serahkan kepada mekanisme  tadi. Soal penangguhan,  ya…  kembalikan pada niat.  Ibadah  umrah itu urusan hamba dengan Allah. Ketika ada sebuah pembatalan antara satu dan lain hal yang yang bukan dari kita adalah kehendakNya. Allah punya jalan terbaik untuk kita. Tetap khusnudzan tetap berperasangka baik kepada Allah dan kalaupun hari ini tidak jadi berangkat ada waktu yang lain,” ucapnya.

Terkait jamaah yang sudah berangkat, dia  menyebut, tidak akan ada penanganan (pemeriksaan) khusus terhadap inveksi Covid-19. Terlebih, lanjut dia, di Bandara internasional sudah ada standar termos scan yang dapat mendeteksi jika ada jamaah yang terjangkit Covid-19.

“Secara logika Saudi belum terdampak sebagai negara yang terkena Corona. Kalau itu China mungkin akan ada penanganan khusus. Kalau di Saudi aman-aman saja mereka berangkat sehat pulang sehat, ya Insyaa Allah,” katanya. (B-002)***