Dr. R. Adjeng Mariana Febrianti, SE.,MM. Potensi Desa Tertinggal Butuh Penanganan

62

Dr. R. Adjeng Mariana Febrianti, SE.,MM., lahir di Tasikmalaya 28 Februari 1956.  Sosok perempuan berhijab modis ini berprofesi sebagai Dosen Tetap Pasca Sarjana Universitas Widyatama.  Sebelumnya ia pernah menjadi Wakil Dekan Fakultas Bisnis Manajemen Universitas Widyatama (2017 – 2019).  Ia pun sekaligus menjabat sebagai Koordinator Pengabdian Kepada Masyarakat ISEI, masa bakti  2019-2024 di Universitas Widyatama.

Adjeng Mariana Febrianti mengutarakan, ia diberi kepercayaan oleh institusi sebagai Ketua Cluster Pengabdian Kepada Masyarakat / PKM, serta diberi kebebasan untuk melaksanakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai wujud kepedulian Akademik terhadap daerah yang dianggap kurang berkembang, terutama dari segi ekonomi.

“Sebagai Ketua Cluster, tentunya saya sangat bertanggungjawab melaksanakan kegiatan tersebut. dan Desa Langensari, Kecamatan Cipaku Kabupaten Sukabumi dipilih sebagai obyek tugasnya.  Dipilihnya daerah itu, karena disesuaikan dengan bidang ilmu dari beberapa rekan dosen Fakultas Bisnis Manajemen, dan dosen dari Sekolah Pasca Sarjana Universitas Widyatama.

Penganut motto hidup “Tetap berkarya sepanjang ilmu masih bisa dikejar” ini mengaku, dirinya ditunjuk sebagai Ketua Cluster berdasarkan SK Rektor untuk melaksanakan kegiatan PKM, dan bertanggung jawab untuk membina daerah yang dianggap kurang berkembang, dilihat dari segi ekonomi dan pendapatan daerahnya.

Profesi sebagai dosen tetap dijalankannya di Pasca Sarjana Universitas Widyatama, untuk bidang ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Manajemen Pemasaran.  Dr. Ajeng Mariana juga menjabat sebagai konsultan pada perusahaan jasa transportasi, jasa retail, sekaligus sebagai Komisaris Utama pada Klein Kinder Garten Pre School di Sumarecon Bekasi, serta sekolah Play Grup yang berbasis Islam di Gramedia Bekasi.

Dr. Adjeng mengakui, hanya baru satu desa yang bisa dibina, disebabkan terkendala lokasi yang sulit dijangkau, serta dana yang ada hanya cukup untuk membina satu desa.  Sumber anggaran berasal dari  Widyatama, walaupun tidak besar, tapi cukup untuk kebutuhan pembuatan modul, pelatihan sederhana, pembuatan poster / back drop, pembelian alat tulis, biaya transportasi dan konsumsi peserta pelatihan, serta mengundang aparat pemerintah setempat (Kepala Desa beserta jajarannya).  Kendala utama untuk sebuah kegiatan memang terletak pada dana yang dibutuhkan untuk program yang sudah dicanangkan.

Menurut penggemar warna orange, merah dan kuning ini, perhatian pemerintah terhadap Desa Langensari sebagai desa binaannya belum terlihat.  Prasarana seperti jalan masih dibiarkan rusak parah, sehingga perbaikan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat.  Akibatnya, kegiatan usaha masyarakat menjadi terhambat,  dan barang kebutuhan yang harus didatangkan dari luar desa mengalami keterlambatan.

Bagi Dr. Adjeng, idealnya, pemerintah daerah setempat harus turut serta mendampingi masyarakatnya untuk bahu membahu dalam memajukan daerahnya, demi meningkatkan pendapatan penduduk.

Selama menjalankan tugasnya, Dr. Adjeng Mariana sempat meraih prestasi penelitian, di antaranya, Best Paper International Conference di GARCOMS / International Conference in The Global Advanced Research Conference on Management and Business Studies sebagai penulis pertama, dan dipublikasikan di International Journal of Innovations in Business / IJIB tahun 2012.  Juga penghargaan Outstanding Paper Award APBITM 2013 di International APBITM Conference  Howard Civil Service International House, Taipei, Taiwan, sebagai penulis pertama  tahun 2013.  Selain itu juga, penghargaan Scopus Journal of Environmental Management and Tourism pada The 3th International Conference on Economics and Banking ICEB 2017 8th – 9th August 2017 di Senggigi Lombok, Indonesia, sebagai penulis pertama tahun 2017, dan masih banyak penghargaan lainnya.

Saat ini, target yang ingin diraih Dr. R. Adjeng Mariana adalah, jenjang Guru Besar dengan artikel-artikel yang bereputasi Scopus, pemenuhan pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat, maupun perangkat lain yang dibutuhkan.

Untuk mencapai semua ini, dirinya terus meningkatkan kemampuan dalam membuat tulisan maupun penelitian yang mengangkat budaya daerah, selain meningkatkan kualitas mengajar yang profesional, dan aktif membantu masyarakat di daerah yang membutuhkan bantuan ilmu, khususnya Ilmu Marketing. (E-018)***