Dugaan Ada Operasi Intelejen Untuk Jerat HRS Mengorbankan Sejumlah Aparat Yang Dianggap Tidak Becus Tangani Prokes

15079

BISNIS BANDUNG – Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (Asmapi) Edy Mulyadi menduga ada operasi intelejen selama pentolan FPI Habib Rizieq Shihab tiba di Indonesia setelah beberapa tahun mengungsi di Arab Saudi. Bahkan, Rizieq disebut memang sengaja dinyatakan positif Corona (Covid-19). Edy menyebut, kalau operasi intelijen itu disusun sejak tiga hari sebelum Rizieq pulang ke Indonesia.

Menurutnya, operasi intelijen itu sengaja dilakukan karena penguasa yang sudah tidak bisa menjerat Rizieq dengan kasus-kasus hukum sebelumnya.

“Saya mendengar ada operasi intelijen. Kedatangan HRS yang disambut ratusan ribu bahkan jutaan umat di Bandara Soekarno Hatta, jadi pintu masuk. Ditambah kegiatan beruntun di Petamburan, Tebet dan Megamendung, rezim merasa semakin punya dalih mengcovidkan Habib,” kata Edy dalam sebuah video yang diunggah akun YouTube MySharingTv , Selasa (1/12/2020).

Baca Juga :   Perajin Opak Buahdua; Dapat Bantuan Mesin Penumbuk Beras Ketan