Dugaan Korupsi 6,7 M, KEJARI Cimahi Akan Panggil Mantan Ketua DPRD Cimahi

30

Kejaksaan Negeri Cimahi akan terus melanjutkan  dan mengumpulkan data, perihal kasus dugaan tindak pidana korupsi,  untuk pembayaran jasa nonpegawai negeri sipil, dalam kegiatan Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi tahun 2018. Mantan ketua DPRD Achmad Gunawan akan dipanggil dan dilakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, KEJARI Cimahi  menerima laporan perihal dugaan adanya pemborosan, dalam kegiatan Reses para anggota DPRD tahun 2018 untuk pembayaran jasa non PNS, dalam kegiatan reses anggota DPRD  Kota Cimahi tahun 2018. Kegiatan tersebut, dinilai menimbulkan pemborosan keuangan daerah dengan anggaran senilai rp 6,7 miliar. Awal pemeriksaan dugaan kasus tersebut, KEJARI Cimahi sudah memeriksa 8 orang dari unsur pegawai aparatur sipil negara, yang menjabat pada Sekretariat DPRD Kota Cimahi tahun 2018. Kemudian, KEJARI Cimahi pun sudah memanggil dan menggali, keterangan belasan anggota DPRD Kota Cimahi periode 20142019, yang saat itu mengikuti program reses sebanyak 13 orang dari 45 sudah dilakukan pemeriksaan.

Meski tidak ada kendala dalam kasus tersebut, namun penyidikan sudah memakan waktu selama 3 bulan. Menurut kepala Kejaksaan Negeri Kota Cimahi Sukoco, berlarutnya penetapan status kasus Reses tersebut disebabkan banyaknya saksi yang harus diperiksa, termasuk para anggota DPRD Kota Cimahi periode 20142019, yang saat itu memanfaatkan dana reses untuk pembayaran jasa nonpns, termasuk Achmad Gunawan, yang saat itu menjabat ketua DPRD Kota Cimahi akan dipanggil dan diperiksa dimintai keterangan.

Sebelumnya sejumlah aksi dilakukan oleh masyarakat Kota Cimahi, agar dugaan kasus korupsi ini dituntaskan oleh KEJARI Kota Cimahi dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi.

 

Algi Muhammad Ghifari, Bandung Tv.