Edarkan Sabu Dalam Bungkus Permen, Pemuda Diringkus

172

Seorang pemuda asal margahayu kabupaten bandung, diringkus petugas satuan reserse narkoba polres bandung, lantaran menjual dan mengedarkan naroba jenis sabu dan ekstasi. untuk mengelabui petugas, tersangka menggunakan bungkus permen dalam bertransaksi narkoba jenis sabu, dan bungkus tisu untuk ekstasi.

A-i-a, pemuda asal sukamenak, kecamatan margahayu, kabupaten bandung, tertunduk saat petugas satuan reserse narkoba polres bandung, menggiringnya ke halaman mapolres bandung. tersangka diamankan petugas, lantaran kedapatan menjual dan mengedarkan narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Kronologis penangkapan tersangka, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai gerak-geriknya. petugas kemudian mengintai selama sepekan. saat tersangka bertransaksi di malam hari, beberapa waktu lalu, petugas langsung menangkapnya.

Dari tangan tersangka, petugas mendapati lima paket kecil narkoba jenis sabu yang dikemas mennggunakan bungkus permen, dan seratus butir pil ekstasi di dalam bungkus tisu basah. di rumah tersangka, petugas pun menemukan 7 paket sedang dan 10 paket kecil sabu siap edar, serta dua puluh delapan butir pil ekstasi dalam bungkus kecil siap edar.

Tersangka a-i-a mengaku, mendapat barang haram tersebut dari seorang narapidana di rutan kebonwaru, kota bandung. tersangka mengikuti instruksi orang tersebut, untuk mengemas sabu dan ekstasi ke dalam bungkus permen dan tisu. sejak dua bulan terakhir, tersangka sudah tiga kali bertransaksi sabu paket kecil yang dikemas dalam bungkus permen, dengan harga 1 koma 3 juta rupiah perpaket, di sejumlah wilayah hukum di kabupaten bandung.

Selain sabu dan ekstasi, petugas juga mengamankan barang bukti berupa telepon genggam, timbangan elektrik, dan buku tabungan. selain menjual dan mengedarkan, tersangka juga merupakan pengguna narkoba jenis ekstasi.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114, 112, dan 127, tentang penyalahgunaan dan peredaran narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal dua puluh tahun penjara.

Rezytia prasaja, bandung tv.