Edukasi Wayang dari Limbah Plastik

352

Untuk melestarikan kebudayaan sambil mengajarkan kepedulian akan lingkungan, puluhan anak di kabupaten Cianjur, mengikuti workshop wayang tavip. Kesenian wayang yang terbuat dari limbah botol plastik tersebut sengaja ditampilkan, untuk meningkatkan kreatifitas anak.

Beginilah antusias puluhan siswa siswi sekolah dasar di kampung Sarongge, desa Ciputri, kecamatan Pacet, kabupaten Cianjur, saat mewarnai karakter gambar favoritnya. Mereka menggambar hewan seperti burung, kura-kura, badak, hingga kupu-kupu, dan mewarnainya menggunakan spidol.

Bukan sekadar gambar, hasil kreatifitas anak-anak ini merupakan sketsa untuk membuat karakter wayang. Ya inilah wayang tavip. Bukan dari kulit hewan ataupun batang kayu, wayang ini terbuat dari bahan plastik transparan hingga limbah botol plastik.

Kesenian wayang tavip sengaja dikenalkan kepada anak-anak, untuk melestarikan kebudayaan dan seni tradisional, serta mengajarkan anak kepedulian lingkungan serta pengelolaan sampah. Tak hanya itu, dengan media wayang, anak-anak diharapkan dapat saling berinteraksi dan memupuk kepercayaan diri memainkan karakter.

Setelah sempat diberikan penjelasan, anak-anak ini memilih gambar karakter yang mereka suka, seperti hewan hingga kartun. Setelah itu, karakter gambar dalam sehelai kertas ini diberikan alas plastik transparan yang biasa digunakan untuk jilid buku. Setelah diwarnai, sketsa gambar dari plastik transparan yang telah diwarnai menggunakan spidol digunting, sesuai bentuk karakter gambar. lalu, karakter gambar wayang tavip diberikan batang lidi.

Dan.. ini dia, wayang tavip buatan siswa siswi sekolah dasar. anak-anak pun mulai berinteraksi dengan temannya menggunakan media wayang. Selain belajar bercerita, anak-anak diajarkan teknik pencahayaan dalam pertunjukan wayang tavip, yang nampak sama dengan wayang kulit. Dengan kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat melestarikan kebudayaan dan kesenian tradisional.

Sementara itu, antusias para siswapun diperlihatkan, dengan kreasi masing-masing.

Heri Setiawan,  BandungTV.