Efek Pandemi Covid-19 Migrasi dari Kota ke Desa Cenderung Meningkat

5
Efek Pandemi Covid-19 Migrasi dari Kota ke Desa Cenderung Meningkat

BISNIS BANDUNG–Penasihat Kualisi Kependudukan untuk Pembangunan Jabar, H. Soeroso Dasar SE MBA mengemukakan,  belum ada data akurat peningkatan angka migrasi dari kota ke desa  dampak dari pandemi Covid 19.

” Tidak ada data yang pasti. Kecenderungannya memang ada. Pendorongnya karena di desa mereka bisa hidup di sektor. pertanian, di kota pengeluaran tinggi, termasuk sewa rumah dan lain lain, penghasilan tidak ada,” ungkapnya kepada Bisnis Bandung , Senin (8/3/2021).

Soeroso  memprediksi angka migrasi dari luar negeri tidak begitu besar yang kembali ke negara asal. Dampaknya tidak begitu terasa karena jumlahnya sedikit. Sedangkan di dalam negeri tampak terlihat.

 “Mereka yang migrasi/pulang kampung,  diduga rata-rata dari sektor industri pengolahan dan sektor jasa. Dan mereka rata rata berusia produktif. Yang dari Timur Tengah hampir tidak terdengar yang pulang ke Indonesia, karena mereka bekerja di rumah tangga. Kalau untuk Jepang dan Korea Selatan mereka yang pulang kampung umumnya tenaga kerja dari sektor industri. Sedangkan dari Malaysia di sektor perkebunan sepertinya tidak ada yang pulang. Singapur  mungkin ada karena rata-rata bekerja di rumah tangga, namun jumlahnya sedikit,” tuturnya.

Sekuat apapun dan sehebat apapun suatu negara untuk mempertahankan angka kemiskinan tidaklah mudah. Berbagai strategi dan bantuan diluncurkan, tetap angka rumah tangga miskin terus meningkat. Masalahnya ini kasus global.

Keseimbangan antara satu sisi mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan dilain sisi memperketat kesehatan merupakan tindakan tepat oleh pemerintah. Memang sulit, karena kita berjumlah 260 juta jiwa. Kebijakan itu sudah pada track yang benar.

“Sosial savety net atau jaring pengaman sosial tidak selamanya dilakukan pemerintah, karena itu menyedot dana yang besar. Sayangnya niat baik ini di tataran pelaksanaan banyak yang kurang tepat. Kita seperti bukan bangsa petarung dan kerja keras. Senang menerima bantuan. Padahal dalam Islam dikatakan tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah”, pungkasnya.  (E-018)****