Embarkasi Indramayu Dukung Penerbangan Jemaah Haji Jabar

43

BISNIS BANDUNG –Jemaah haji  Provinsi Jawa Barat merupakan  terbesar dari  seluruh kuota haji nasional.  Untuk itulah,  pemerintah pusat  melalui Kemenag   mengusulkan penambahan anggaran untuk 2021 sebesar Rp 51,8 miliar untuk pembangunan Embarkasi Haji yang representatif  di Indramayu.

“Usulan itu untuk pembangunan tahap kedua dan kami komisi V akan mendorong tambahan dukungan anggaran untuk pengembangan musium haji di  Embarkasi Haji di Indramayu,” ungkap  Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Muiz baru-baru ini   yang juga  mengapresiasi rencana pembangunan Embarkasi  Haji oleh pemerintah pusat tahun anggaran 2020  di Kabupaten Indramayu tersebut.

Sebelumnya Abdul Muiz  telah melalukan  rapat konsultasi  dengan  Dirjen Haji dan Umrah Kemenag Pusat. Dalam rapat itu, membahas seputar persiapan haji 2020, rencana pembangunan Embarkasih Haji di Indramayu  serta pemberangkatan jamaah haji 2020 Jawa Barat melalui bandara BIJB  Kertajati Majalengka.

“Pemkab Indramayu sudah menyediakan lahan seluas 10 hektare, 6 hektare rencana untuk bangunan Embarkasi Haji dan 4 hektare untuk rencana Museum Haji. Dana  dikucurkan  pemerintah pusat Rp 75 miliar serta Pemprov Jabar mengalokasikan Rp 10 miliar untuk pembangunan masjid di lokasi embarkasi,” ujar Muiz.

Komisi V DPRD Jabar  terus mendorong percepatan pengembangan Bandara BIJB, bukan hanya untuk pemberangkaan haji dan umrah melainkan juga untuk penerbangan komersial level internasional.

“Kita dorong percepatan penyelesaian Tol Cisumdawu, akses dari tol ke Bandara dan fasilitas pendukung yang lain, seperti perhotelan  sekitar Majalengka. Tentunya rencana pembangunan Embarkasi Haji di Indramayu akan sangat berdampak positif bagi ekonomi daerah sekitar Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, dan Subang,” jelasnya.

Embarkasi Haji ini menjadi strategis, tambah Muiz, karena akan dikelilingi mega proyek, di antaranya proyek pembangunan Pelabuhan Patimban yang menelan Rp. 50 triliyun. Dan Bandara BIJB Kertajati Majalengka yang nantinya akan dijadikan Bandara Internasional dikelilingi rencana Mega Proyek Aero City.

“Industri strategis akan dibangun di sini, jalur pendaratan akan diperpanjang menjadi 4000 meter, sehingga  pesawat air bus terbesar pun bisa melakukan pendaratan di Sanatorium. Maka Cirebon, Indramayu, Subang menjadi magnet investasi ke depan di Jabar,” terangnya.(B-002)***