Emil Ungkap Tip Peluang Usaha UMKM Selama Pandemi

153

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, saat ini terdapat sejumlah sektor UMKM yang tetap tangguh selama pandemi Covid-19 di Jabar. Beberapa sektor tersebut di antaranya pertanian dan agrikultur.

Dia juga mengatakan, UMKM yang terpantau tetap dapat bertahan selama ini adalah mereka yang telah mengadopsi dan memanfaatkan teknologi informasi (TI) dalam bisnisnya.

Perpaduan tersebut digadang-gadang dapat menjadi peluang usaha yang baik saat era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Sektor pertanian dan agrikultur adalah yang paling tangguh selama Covid-19. Peluang bisnis makanan jika digabung dengan teknologi akan bisa jadi peluang besar bagi UMKM Jabar di masa depan. Apakah itu makanan pokok atau olahan, semua punya peluang tinggi,” ungkap Ridwan Kamil dalam webinar “UMKM Tangguh Ekonomi Tumbuh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” yang digelar oleh Bank Indonesia.

Ridwan Kamil menyebutkan, selama pandemi Covid-19 berlangsung, perilaku konsumen mengalami pergeseran. Adanya keterbatasan mobilitas karena ancaman kesehatan menjadikan warga mulai beradaptasi dengan sistem transkasi berbasis digital.

Hal ini sekaligus menujukkan sektor mana saja yang dinilai esensial oleh masyarakat. Karenanya, hal itu dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis baru. Pemanfaatan sistem digital dalam UMKM tetap merupakan hal penting.

“Ada peluang usaha yang harus ditangkap, di antaranya pasar dan pusat belanja online, jasa pengantaran barang, home service, bisnis makanan beku, sekolah dan kursus online, juga fesyen baru berupa masker dan face shield,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan, pandemi Covid-19 juga memunculkan tren gaya hidup baru di kalangan masyarakat, yakni gaya hidup sehat. Hal tersebut salah satunya mengarah pada peningkatan penjualan produk minuman olahan dari rempah-rempah yang dinilai dapat meningkatkan kesehatan.

“Kebutuhan jamu herbal dan rempah-rempah ini sudah jadi gaya hidup baru, karena sekarang jamu adalah the new capuccino. Produk-produk halal juga akan jadi perhatian, begitu pula bisnis solo traveling dan bisnis industri kesehatan,” ungkapnya.

Dia juga menyarankan agar pelaku bisnis UMKM memiliki diversifikasi produk dan pasar. Sehingga, bisnis dapat tetap bertahan di tengah krisis.

“Sebisa mungkin lakukan diversifikasi produk dan pasar. Kalau produk A bermasalah, maka produk B bisa bertahan dan mensubsidi pemasukan,” tuturnya.

Ridwan Kamil juga menyarankan agar para pelaku bisnis UMKM dapat menyertakan keterangan standar keamanan atau kesehatan produknya. Pasalnya, saat ini masyarakat dinilai akan cenderung lebih selektif dalam memilih produk yang aman demi kesehatan.

“Semua produk harus ada standar kemananannya terutama kesehatan. Covid-19 ini mengajarkan kita untuk senantiasa berkolaborasi dan berinovasi agar pasokan terus terjamin,” katanya.  (C-003/BBS)***