Erick : Deviden Terganggu Pandemi Corona Memukul Sektor Ekonomi

20

BISNIS BANDUNG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku, pandemi Covid-19 telah memukul sektor ekonomi secara keseluruhan. Sentimen negatif semakin meningkat dan berimbas pada volatilitas kondisi keuangan global, termasuk nilai tukar rupiah.

Erick menyebut,  kondisi saat ini, bisa pencapaian deviden BUMN  terganggu atau malah tidak menyentuh target.

“Saya harus jujur, kalau meraih deviden yang lebih baik, atau mempertahankannya, penuh tantangan dalam kondisi saat ini,” ujar Erick dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat  lalu.

Dikemukakan Erick , butuh usaha untuk tetap mempertahankan performa BUMN layaknya tahun sebelumnya atau bahkan lebih baik. Memang gejolak nilai tukar rupiah berdampak, khususunya ke sektor penerbangan, seperti Garuda.

“Secara kondisi industri penerbangan berat. Ini menjadi fenomena global, apalagi umrah tidak (berjalan). Dan Australia kini menutup, pasti Garuda terdampak,” katanya.

Namun, Erick Thohir percaya sektor ekonomi akan segera bangkit dan kembali seperti semula, meski butuh waktu beberapa bulan. Erick optimis efek pandemi corona bisa cepat berlalu dari Indonesia.

Pandemi virus corona membuat ekonomi dunia terus tertekan dalam beberapa bulan belakangan. Hal tersebut bisa terlihat pada nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus merosot.

Deviden tak tercapai

Erick Thohir mengatakan, pendapatan BUMN juga turut terdampak oleh virus corona. Bisnis BUMN bisa mengalami kerugian jika dilihat dari kondisi saat ini.

Kementerian BUMN sudah melakukan stress test kepada badan usaha yang diprediksi mengalami kerugian paling besar akibat pelemahan ekonomi. Langkah

Lebih lanjut Erick mengatakan, kondisi BUMN saat ini akan sangat berdampak pada pembagian deviden tahun depan. Tidak menutup kemungkinan pembagian deviden tahun depan  lebih kecil dari tahun ini.

“”Tentu ini sebuah impact yang luar biasa ,  kita berharap dividen tahun depan bisa tetap tapi bukan tidak mungkin tidak tercapai, tapi ini kita harus lalukan antisipasi dari sekarang dan memang sangat berat,  tapi yaitulah keadaan yang harus kita hadapi,” tandas Erick menambahkan. (B-003) ***