Erick :  Menepis Pemerintah Cari Keuntungan Vaksin Gotong Royong

2

BISNIS BANDUNG – Survei yang dilakukan oleh Kamar Dagang (Kadin) Indonesia menunjukkan sebanyak 78 % perusahaan mengaku hanya mampu membayar biaya vaksin covid-19 di bawah Rp 500.000 atau yang ditetapkan dalam program vaksinasi gotong royong.

Untuk diketahui, vaksinasi dalam program mandiri dibanderol seharga Rp321.660 per dosis dengan tarif maksimal layanannya sebesar Rp117.910 per dosis.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyebutkan, harga vaksin ditetapkan mengacu pada hasil survei tersebut. Sehingga, ia menilai harga sudah sesuai dengan ekspektasi dunia usaha. Rosan memastikan, survei juga melibatkan pengusaha di luar Kadin.

“Saya bisa pastikan harga ini (vaksin) adalah harga yang sesuai dengan ekspektasi dunia usaha,” katanya kepada wartawan pada konferensi pers, Rabu (19/5).

Sebelum menetapkan harga vaksin, Rosan menyebut pihaknya bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir untuk berdiskusi dengan pemangku kepentingan lain, seperti Kementerian Kesehatan dan Bio Farma. Dari sana, kemudian ditentukan harga yang tidak membuat pengusaha mundur karena kemahalan.

Dalam kesempatan sama, Erick menyebut harga jual vaksin yang ditetapkan pemerintah sudah sesuai dengan arahan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut dia, harga dijual ditetapkan berdasarkan harga pembelian ditambah harga distribusi.

Oleh karena itu, ia menepis anggapan kalau pemerintah mencari margin (untung) dari skema gotong-royong. Dia turut membeberkan kalau pemerintah menggelontorkan Rp77 triliun untuk vaksin covid-19 gratis.

“Jadi ini tolong konteksnya jangan dilihat seakan-akan pemerintah hadir mencari margin (untung), pemerintah sudah mengeluarkan Rp77 triliun untuk pengadaan vaksin gratis,” pungkas Erick menambahkan. (B-003) ***

Baca Juga :   Alvin : Tindakan Maskapai Penerbangan Penumpukan Penumpang Di Bandara Soetta