Ridwan Kamil Buka Cafe Di Australia, Banjir Di Jabar Dikritisi DPR RI

141

BISNIS BANDUNG  – Beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat di terjang banjir, akibat curah hujan ekstrim dalam beberapa hari ini. Daerah yang terdampak cukup parah antara lain, wilayah Bekasi, Subang dan Karawang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di daerahnya berjumlah 4 orang. Banjir telah menerjang 12 Kecamatan  sejak Minggu 23 Februari 2020.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Hidayat menyebut, akibat banjir sedikitnya 1200 warga Subang terpaksa mengungsi.

Sedangkan BPBD Karawang merilis,  banjir di wilayahnya menggenangi delapan wilayah kecamatan. Antara lain, di wilayah Kecamatan Kutawaluya,  Jayakerta,  Cilebar,  Telukjambe Barat,  Rengasdengklok,  Tegalwaru,  Pangkalan dan Kecamatan Ciampel. Banjir di Kabupaten Karawang menggenangi sekitar 976 rumah dan tujuh  sekolah. Namun tercatat ada korban jiwa .

Terkait masalah banjir Pemprov Jawa Barat tidak luput  mendapat kritikan dari sejumlah tokoh mengenai penanganan banjir, sebagaimana dilakukan masyarakat, tokoh politik dan lainnya terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan, Pemprov Jawa Barat dikritik salah satunya oleh Fadli Zon anggota DPR Dapil Jawa Barat yang mengkritik Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat karena berada di luar negeri ketika wilayahnya terjadi banjir. Dikutip dari akun twitter resmi Fadli mengatakan, sebagian Jawa Barat banjir seperti di Subang, Karawang, Bekasi. Harusnya Gubernur pulang, urusi banjir, tak perlu buka cafe di Australia,”. Kabar terakhir dari humas protokoler Pemprov Jabar, Ridwan Kamil membatalkan kunjungan ke Turki, setelah sebelumnya meresmikan Café di Australia.

Selain itu komisi V DPR RI kecewa karena dalam rapat penanganan banjir, tiga Gubernur yang diundang tidak hadir yakni Gubernur Jabar, Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Banten. Rapat hanya di hadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Tiga Gubernur yang diundang, hanya diwakili masing-masing oleh Sekda. Hingga hari ini banjir masih belum surut . Kemungkinan besar warga masih akan terdampak banjir karena musim penghujan  belum berakhir . (E-001) ***