Fahri Hamzah: Jika  Ingin Dapat Pahala   Tidak Seharusnya Mengaitkan Bom Bunuh Diri Dengan Bulan Ramadan.

11

BISNIS BANDUNG – Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengungkapkan kegerahannya terkait aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Ia menilai pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan aksi mati konyol dan bodoh serta tidak sesuai dengan ajaran agama.

Cuitan Twitter Wakil Ketua Umum Partai Gelora menjadi sorotan netizen. Cuitan Politikius asal Nusa Tenggara Barat ini Minggu (28/3/2021). Fahri menyebut jika pelaku ingin mendapatkan pahala ganda, bisa melakukan bunuh diri pada Ramadan.

“Kenapa gak bunuh diri di bulan Ramadhan kan pahala digandakan. 17 hari lagi. Gak sabar amat. Goblok aja teroris ini, ” tulis Fahri Hamzah.

Cuitannya ini memancing beragam reaksi dari warganet. Tidak sedikit yang menyebut Fahri Hamzah tidak seharusnya mengaitkan bom bunuh diri dengan bulan Ramadan.

“Berarti memang Anda percaya bahwa pembom bunuh diri dapat pahala? Lalu, kalau ntar dilaksanakan pada bulan Ramadhan ngebomnya akan dapat pahala lebih besar. Gitu?” tulis warganet.

Dalam cuitannya, Fahri menyebut, aksi itu memperlihatkan mereka tidak memahami ajaran agama. Selain itu, mantan Wakil Ketua DPR ini juga berharap polisi tidak melabeli teroris dengan sebutan berbau Arab.

“Maka saya percaya teroris itu gak beragama. Saya mohon aparat gak usah lagi sebut mereka pakai bahasa Arab. Jamaah, Anshar, dll. Plis sebut mereka teroris. Cukup !,” tulisnya.

Fahri juga mengatakan, aksi teroris dengan ledakan itu jangan sampai mengoyak persatuan bangsa dan menimbulkan kebencian antar sesama anak bangsa.

“Bunuh diri ! Biarlah ia mati konyol ! Tapi kita, sebangsa, se-negara, tak boleh goyah…tak boleh saling meragu sesama…karena lautan cinta takkan sirna oleh setitik benci. Semoga jemaat Kathedral Makasar diberi kesabaran. Semoga korban luka dan nyawa diselamatkan. Amin YRA,” tulisnya. (B-003) ***

Baca Juga :   Kontribusi Ekonomi Kreatif Pada PDB Capai Rp 852 Triliun