Fasilitas Publik Rusak Bukan Massa Buruh?

21
Fasilitas Publik Rusak Bukan Massa Buruh?

BISNIS BANDUNG– Pemerintah Kota Bandung  sangat menyayangkan perusakan atas sejumlah fasilitas  publik ketika aksi unjuk rasa berlangsung, Selasa (6/10/2020). Sejumlah fasilitas  yang rusak di  Taman Balai Kota  dan Kawasan Cikapayang, antara lain pot bunga, water barrier, dan rambu.

“Semoga tidak  terjadi lagi merusak fasilitas umum. Mereka bergerombol saja, sudah melabrak aturan undang-undang kesehatan,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna dalam rilisnya.

Ema mengungkapkan merasa  prihatin atas peristiwa tersebut. Bukan hanya soal fasilitas publik yang dirusak tetapi juga berpotensi merugikan  kesehatan di saat pandemi Covid-19 saat ini..

” Ya, 0tomatis kita akan perbaiki. Cuma saya ingatkan bahwa itu uang rakyat, yang demo rakyat. Apalagi saat ini pendapatan kita sudah anjlok luar biasa,” katanya.

Sebelumnya, massa mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah mencabut Undang-undang (UU) di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Namun aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, ada sejumlah massa yang bergerak ke arah jembatan layang Pasupati. Mereka melakukan aksi pendudukan selama sekitar satu jam.

Namun, sejumlah massa lain yang mengenakan baju hitam bergerak ke arah Taman Cikapayang Dago.

Bisnis Bandung  memantau  selain merusak taman, massa merusak pot bunga hingga tanaman dan tanahnya berantakan.

Selain itu, terlihat lampu taman dan satu tenda yang ada di taman itu juga turut dirusak. Beberapa sampah bekas bungkus makanan dan minuman pun berserakan di tanam tersebut.

Bukan buruh

Kapolrestabes  Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya menyebut massa yang bertindak anarkistis dalam    demo di depan Gedung DPRD Jawa Barat bukan dari kalangan mahasiswa maupun buruh.

Ulung mengatakan pada siang hari memang ada sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung melakukan demo menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Namun, sejak sore hingga malam hari para pedemo terlihat bukan lagi dari elemen mahasiswa.

Baca Juga :   Tutut Bumbu Seblak Taman Endog Favorit Remaja Sumedang

“Bukan massa buruh, bukan massa mahasiswa. Tadi setelah mahasiswa melakukan demonstrasi, ada massa lain yang datang ke DPRD untuk melakukan unjuk rasa lagi. Diperkirakan dari kelompok lain yang bukan mahasiswa,” ujar Ulung menjawab pertanyaan wartawan.

Ulung mengatakan massa yang bergerak sore hari membuat aksi dorong-dorongan di depan Gedung DPRD Jabar. Mereka ingin menguasai gedung dewan perwakilan rakyat Jabar tersebut. Namun demikian Ulung enggan berspekulasi soal siapa yang melakukan demonstrasi yang berujung ricuh tersebut.

“Mereka tadi dorong-dorongan dengan anggota dan berupaya menguasai gedung dewan, serta melakukan pelemparan. Sekarang masih kita dalami,” katanya.

Ulung menyebut petugas memukul mundur massa karena berdasarkan aturan, unjuk rasa tidak melebihi pukul 18.00 WIB.

“Yang pertama sudah melewati jamnya. Terus yang kedua mereka sengaja memancing petugas agar petugas emosi. Ada aksi pelemparan, hitung tahap satu, dua, tiga, kita maju ke depan,” katanya.

Polisi menerjunkan 650 personel untuk mengawal demo yang dilakukan buruh dan mahasiswa. Adapun hingga pukul 20.00 situasi di depan Gedung DPRD Jabar tepatnya di Jalan Diponegoro sudah berangsur kondusif.(B-002)***