Festival Anak Sholeh Pendidikan Agama Usia Dini Dibutuhkan

23

BISNIS BANDUNG – Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengapresiasi ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) yang digelar oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al – Qur’an (LPPTKA) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Ajang yang berlangsung di Kecamatan Nagreg, Minggu (2/220)  sekaligus merupakan persiapan gelaran serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada 9 –10 April 2020  di Kabupaten Ciamis.

Dadang Naser mengungkapkan, pendidikan agama bagi anak usia dini sangat dibutuhkan. Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini, lanjut Bupati akan mendukung generasi masa depan Kabupaten Bandung tidak hanya berkualitas duniawi namun juga ukhrawi.

“Ini sangat selaras dengan visi Kami untuk memantapkan Kabupaten Bandung berlandaskan religius,” ungkap Bupati

Religius sebagai salah satu kerangka landasan pembangunan, menurut Bupati  agar nilai-nilai, norma dan kaidah agama dapat mewarnai, menjiwai dan menjadi ruh dalam seluruh aktivitas pembangunan di Kabupaten Bandung.

”Mari kita tanamkan pemahaman yang benar tentang Al-Qur’an di dalam keluarga. Implementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan penuh kesadaran dan kesungguhan,”ujar Bupati.

Dadang Naser mengingatkan, anak merupakan anugerah yang tak terhingga. Mereka tidak sekedar dilahirkan untuk memenuhi harapan orangtua, tetapi juga hadir sebagai amanah yang harus dijaga, dipelihara dan dibesarkan  sebaik-baiknya.

“Anak-anak mempunyai hak untuk mendapatkan belaian kasih sayang, pendidikan dan perlindungan, agar tumbuh menjadi generasi cerdas, sehat dan berakhlaq mulia. Generasi yang akan menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Bupati.
Untuk itu pihaknya akan terus mendorong para orangtua, agar membekali putera puterinya dengan ilmu agama sejak dini. Ia berharap, kehadiran LPPTKA dapat membantu pemerintah daerah dalam mencetak SDM yang cerdas intelektual dan berakhlakul karimah.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab.Bandung  Ruli Hadiana menilai BKPRMI turut meringankan pemerintah dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an. Terlebih dengan program khususnya, yaitu belajar Al-Qur’an 10 tahun. Dengan program tersebut, diharapkantidak ada lagi anak usia SMP yang buta huruf Al-Qur’an.

Diharapkan Ruli , para orangtua agar dapat mengembangkan disiplin positif pada anak. Bantu anak meningkatkan keterampilan dan percaya diri, mengembangkan kontrol diri serta membimbingnya agar dapat membuat keputusan yang baik dalam sikap hormat kepada orang lain, guru dan orangtua.

Ruli mengingatkan kepada seluruh peserta festival, bahwa tantangan bagi generasi mendatang akan semakin berat. Kemajuan zaman dan pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan budaya bangsa sangat mudah ditiru dengan semakin terbukanya arus informasi dan teknologi.

“Semua itu harus kita waspadai. Kesampingkan budaya yang tidak baik, seraplah ilmu pengetahuan seluas-luasnya, belajarlah, bergembiralah dan raihlah peluang untuk masa depan yang lebih baik. Gelorakan semangat kreativitas dan kemandirian, untuk menjadi anak yang patut dibanggakan, tentunya dengan berpedoman pada Al-Qur’an,”ungkap Ruli.
Melalui ajang festival Ruli berharap kepada seluruh peserta untuk membangun jiwa kesetiakawanan dan semangat berprestasi dan berbagi. (B-003) ***