Festival Wayang Potehi, Wayang Ringkas dan Wayang Tavip 2020 Siap Menghibur Warga Kota Bandung

15

Berbicara mengenai pengembangan budaya merupakan sebuah proses dalam mempertahankan atau meningkatkan kebiasaan masyarakat dalam pengembangan dan menggambarkan bagaimana budaya bisa  berubah dari waktu ke waktu  sebagai dampak pengaruh global. Salahsatunya kegiatan Bandung Wayang Festival yang diselenggarakan pertama kalinya pada tanggal 22 – 30 April 2011 lalu yang diikuti oleh  900 seniman pertunjukan wayang . Kegiatan ini merupakan sebuah reaksi dari ketiadaan event wayang setelah ditetapkanya Wayang Indonesia pada 7 November 2003 oleh Unesco sebagai warisan  dunia yang kini dijadikan  sebuah city event di Bandung .

Tahun 2020 ini digelar  Bandung Wayang Festival (BWF) yang disupport penuh Coklat Kita pada bulan Juli 2020 mendatang dengan isu utama keragaman seni wayang,  baik media, isi maupun pendekatannya. Sebelumnya, diadakan Road to Bandung Wayang Festival yang digelar di Cihampelas Walk Bandung, pada tanggal 8-9 Februari 2020 lalu.

Hermawan Rianto selaku Direktur Bandung Wayang Festival menyebut , kegiatan Road To Bandung Festival merupakan pertunjukan pengantar dari event puncaknya yang akan digelar pada bulan Juli 2020 . Dalam event road to ini akana menghadirkan 3 wayang, yaitu wayang Potehi, wayang Ringkas dan wayang Tavip yang kita anggap mampu mewakili target pemain dan penonton . Mereka dimainkan oleh generasi baru seniman wayang dari kalangan mahasiswa, pengajar dan sekolah menengah. Tentunya kami harapkan 3 pertunjukan itu mampu memanjakan keinginan penonton generasi milineal melihat wayang baru.

Tries Pondang Simbolon dari Coklat Kita Rso Bandung menambahkan, pihaknya bersinergi dengan teman-teman BWF  untuk mensupport kegiatan ini sekaligus menjadi momentum buat dari Coklat Kita untuk mempromosikan aktivitas Napak Jagat Pasundan dan dalam waktu dekat, juga pihaknya akan menggelar satu pagelaran besar di Sabuga , tanggal 28-29 Maret 2020 selama 2 hari”. Kegiatan hari pertama bertema tentang drama teatrikal yang melibatkan sekitar 13 sanggar yang akan berkolaborasi dengan Sule, Doel sumbang, Sandrina IMB dan Ohang dan pada hari ke-2 adalah konser budaya. ”Intinya kita sama-sama membesarkan budaya wayang dan juga budaya lainnya, khususnya di Jawa barat,” ungkap Tries. (E-009)***