Gedung Sate dan DPRD Bukan Klaster Covid -19

14
Klaster Covid -19

BISNIS BANDUNG– Gedung Sate dan  DPRD Jabar bukan sumber penyebaran Covid-19. Diduga munculnya kasus di dua lokasi tersebut berasal dari luar wilayah perkantoran.

Dengan adanya kasus itu, masyarakat  diimbau agar senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yakni mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak.

” Sebanyak 38 orang yang terkonfirmasi positif di DPRD Jabar kini dipastikan telah isolasi secara mandiri di rumah dinas bagi anggota dewan atau di BPSDM Jabar bagi kalangan ASN dan non ASN. Kantor dewan pun dipastikan ditutup selama 14 hari sejak adanya temuan kasus,”  jelas juru bicara Gugus Tugas  Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Daud Achmad di Bandung, Senin (17/8/2020).

Diketahui, tercatat ada 40 orang di Gedung Sate yang terdiri ASN dan pegawai dan 38 orang di DPRD Jabar terdiri dari anggota dewan, ASN dan non ASN terkonfirmasi positif COVID-19 .

Sedangkan  untuk pegawai Gedung Sate sudah dinyatakan sembuh. Akan tetapi, meski sudah sembuh, mereka belum dapat kembali beraktivitas di kantor sebab Pemprov Jabar masih menerapkan work from home bagi para pegawainya.

Warga Cimahi

Sementara itu,  empat orang warga Kota Cimahi masuk ke dalam daftar 38 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari lingkungan DPRD Provinsi Jawa Barat.

Laporan tersebut diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi pada Senin (17/8/2020). Penambahan tersebut membuat angka kasus positif Covid-19 di Kota Cimahi menyentuh angka 40 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengungkapkan ke empat orang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut merupakan warga Kelurahan Padasuka dan Kelurahan Cimahi.

“Kami terima limpahan data dari Pemprov Jabar ada empat orang Cimahi terkonfirmasi positif COVID-19. Setelah divalidasi ternyata betul, KTP mereka asal Cimahi,” ungkap Chanifah.

Saat ini ke empat orang tersebut sedang menjalani isolasi di BPSDM Provinsi Jawa Barat. Mereka masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) lantaran tidak menunjukkan gejala klinis.

“Semuanya sudah isolasi di BPSDM Provinso Jabar. Ada yang statusnya PNS, honorer, dan ada yang security juga, empat orang itu semuanya kerja di DPRD Provinsi Jabar,” katanya.

Pihaknya langsung melakukan tracing kontak erat dari ke empat orang positif COVID-19 tersebut. Kontak erat tersebut akan menjalani swab test beberapa hari mendatang.

“Tracing awal itu ada empat kontak erat dari orang yang di Padasuka, kemungkinan bisa lebih banyak. Sedang kami jadwalkan untuk swab test, mudah-mudahan secepatnya,” jelasnya.(B-002)***