Genderang Pariwisata Ditabuh di Bali

228
Malah Minta Diperketat

   PULAU Bali sebagai nusa tujuan wisata kelas dunia, setahun penuh seolah mati suri. Pulau yang jauh lebih terkenal di mata dunia daripada Indonesia itu dinyatakan tertutup bagi wisatawan mancanegara selama pandemi ovid-19 berbuncah di Indonesia. Hampir semua kegiatan keparisawataan kehilangan nafas. Penerbangan ke pulau itu ditiadakan. Para pelancong yang biasanya menjejali semua Daerah Tujuan Wisata (DTW), nyaris tak seorang pun yang datang, kecuali beberapa orang wisatawan domestik, khususnya pada saat libur panjang.

   Akibat tengkurapnya industri pariwisata tidak hanya dirasakan penyelenggara obyek wisata dan masyarakat di DTW, tetapi usaha kecli dan menengah merasakannya. Perhotelan yang makin hari makin bersinar sebelum datangnya corona, sekarang benar-benar tiarap. Pembangunan hotel di semua kota dan daerah yang marak tahun 2019 – 2020, seolah-olah tersapu arus Covid-19. Bukan hanya di Indonesia, di semua negara yang terpapar Covid-19 terjadi keterpurukan yang luar biasa. Hotel, rerstoran, tempat hiburan, penerbangan, transportasi darat dan laut, menderita. Tidak berbeda dengan manusia yang terpapar Covid-19.

   Mulai awal Maret ini, pemerintah, khususnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, optimsitis, Bali akan segera bangun dari tidurnya. Pandemi Covid-19 secara angka, mulai memperlihatkan kurva melandai. Apalagi bila vaksinasi mulai merata di seluruh Bali.  Semua pelaklu usaha dan penggiat kepariwisataan sudah tervaksinasi. Menteri Sandiaga Salahudin Uno yakin, diawali dari Bali, semua kegiatan kepariwisataan Nusantara akan kembali menggeliat. Menteri berharap dan yakin, setelah Covid-19 berakhir, genderang boomingnya kepariwisataan ditabuh dari Bali. Kegiatan kepariwisataan Nusantara akan benar-benar bangkit.

    Harapan Menteri Sandi itu mendapat dukungan positif dari beberapa menteri terkait, antara lain Menteri Luhut Binsar Panjaitan. Hal itu menandakan, kepariwisataan Indonesia akan kembali menjadi andalan tumbuhnya ekonomi kreatif. Kepariwisataan di mana pun, selalu berkaitan dengan industri kreatif, baik kerajinan (krtaf) maupun kuliner, dan perhotelan serta transportasi.  Kepariwisataan dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar daerah wisata. Kebangkitan kepariwisataan dapat menggerakkan mobilitas dan perekonomian.

    Kebangkitan yang ditandai dengan optimisme penyelenggara kepariwisataan tentu akan dinikmati rakyat di seluruh Indonesia. Itu merupakan peluang sekali gus tantangan bagi masyarakat. Semua bidang usaha, dari UMKM hingga industri manufaktur dituntut meningkatkan kreativitasnya. Kepariwisataan merupakan peluang emas yang akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Apakah kita mampu? Ujian bagi Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif memperlihatkan jiwa entrepreneur-ship-nya. Rakyat berharap, Pak Uno tidak hanya berkutat di Bali tedtapi juga mendorong masyarakat wisata di seluruh Indonesia. Potensi Indonesia sangat besar, baik sebagai obyek wisata maupun industri penunjangnya.

    Pak Sandi, berkantorlah di Samosir, Pangandaran, Raja Ampat, dan sebagainya. ***