Harists : Lolos Metal Detector Mabes Polri Zakiah Aini Terduga Teroris Langsung Dieksekusi Mati

44

BISNIS BANDUNG – Pengamat Teroris dari Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya menyebut adanya kejanggalan aksi teror Zakiah Aini di Mabes Polri. Kejanggalan pertama, Zakiah Aini yang membawa senjata namun lolos pemeriksaan metal detector Mabes Polri.

Kejanggalan itu menunjukkan keanehan Zakiah Aini menembak di Mabes Polri. Sehingga menurutnya belum tentu Zakiah Aini adalah teroris.

 “Bisa saja itu anak perempuan lagi marah kemudian ada yang memengaruhi dia. Karena di sini banyak kejanggalan, kok dia bisa lewat metal detector, kan aneh,” kata Harits saat dikonfirmasi beritahits.id, Rabu (31/3/2021) yang dikutip Bisnis Bandung.com.

Kedua, Harits merasa aneh jika Zakiah Aini langsung dieksekusi mati saat itu juga. Seharusnya, pihak kepolisian bisa melumpuhkan kakinya agar lebih mudah mengungkapkan identitas dan tujuan tindakan OTK.

Sebab, banyak orang yang marah atau labil lalu bisa dikondisikan seperti OTK yang lakukan.

Dilihat dari video yang beredar di media sosial, Harits melihat sosok perempuan tersebut amatiran.

Ketiga, Harits menyebut Zakiah Aini tidak paham medan yang dimasuki dan tidak paham untuk mempertahankan diri.

“Dia (OTK) putar-putar di ruang terbuka sambil nenteng senjata api (senpi). Dan kalau benar senpi bagaimana bisa ia lolos dari pintu penjagaan? Bisa saja dia wanita dalam kondisi labil, marah atau semacamnya di bawah kendali hipnosis atau obat-obatan. Kemudian dia disuruh melakukan sesuatu yang di luar kesadaran dirinya,” ujar dia.

Cuitan putri Gus Dur

Terduga teroris, Zakiah Aini (25) melakukan aksi penyerangan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (31/3/2021) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Penyerangan itu menjadi perhatian mengingat tempo hari aksi bom bunuh diri dilakukan di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Di tengah kembali mencuatnya kabar tentang terorisme, cuitan Putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid menjadi sorotan. Pasalnya dia sempat menyebut dalam konteks sekarang, aksi jaringan teroris banyak yang masuk ke markas atau polisi. “Baru diomongin kemarin,” tulis Alissa Wahid melalui jejaring Twitter miliknya, @AlissaWahid, Rabu (31/3/2021). Alissa Wahid menyematkan cuitan sehari sebelumnya, sebelum insiden penyerangan Mabes Polri oleh terduga teroris.  Dalam pernyataan itu, Alissa Wahid mengomentari kabar viral-nya pernyataan lawas Gus Dur yang menyatakan bom bali berasal dari polisi atau TNI. “Siapa yang tahu ini ada dalangnya, bisa saja pelakunya aparat yang selama ini dianggap sebagai pelakunya, yaitu dari kelompok fundamentalis,” kata Gus Dur dalam video seperti dilansir beritahits.id. Waktu Gus Dur mengakui  walau  tidak ada bukti kuat. Namun, dia merasa bukti bom yang ada malah mirip dengan milik polisi. (B-003) ***

Baca Juga :   RAISA Bebas Berekspresi dan Gaya