Hasil Sidang Etik Ketua KPK Yang Dinanti Awak Media Tidak Diketahui Hasilnya

2

BISNIS BANDUNG – Sidang etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK , Jumat (4/9/20) terkait gaya hidup mewah Ketua KPK Firli Bahuri yang mengunakan helikopter pada 4September 2020 di dari Palembang ke Baturaja yang dinantikan hasilnya oleh awak media seolah tidak membuahkan hasil.

Harapan insan media untuk mengetahui jalan dan hasil sidang, tidak terwujud. Karena, Firli enggan memberikan keterangan. Ketua KPK Firli Bahuri  tuntas mengikuti sidang kode etik di Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Jumat 4 September 2020. Pemeriksaan kali ini untuk merampungkan pemeriksaan sidang etik yang sudah dilaksanakan pada pekan lalu.

Apa yang menjadi harapan insan media untuk mengetahui  hasil sidang, tidak terwujud. Firli enggan memberikan keterangan.

Firli  malah tampak dikawal ketat tiga orang berpakaian batik. Saat turun dari tangga ruang sidang etik di Gedung ACLC KPK, Jakarta, pengawal dengan sigap menjaga  Firli dari serbuan awak media.

Ia kemudian langsung masuk menumpangi mobil Toyota Innova hitam berpelat nomor B 1457 RFY.

Sejumlah awak media  berusaha meminta keterangan dari Firli dan meminta yang bersangkutan  membuka pintu kaca mobil. Namun, Firli tak bersedia membuka kaca. Mobil yang membawa Firli bertolak meninggalkan gedung KPK lama.

Sidang harusnya digelar pada Senin (31/8/20), tapi tertunda karena gedung KPK ditutup imbas 23 pegawai KPK dinyatakan positif Covid-19

Terkait sidang etik tersebut, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri secara terpisah menerangkan, agenda persidangan hari ini masih melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi dari internal maupun eksternal KPK.

Sidang etik lainnya

Sidang etik lainnya yang digelar Dewan Pengawas KPK adalah sidang lanjutan dugaan pelanggaran etik dengan terlapor Plt Direktur Pengaduan Masyarakat KPK Aprizal alias APZ. Dalam sidang etik ini Dewas memeriksa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi hingga tim Koordinasi Supervisi Penindakan KPK sebagai saksi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, APZ menjalani sidang dugaan pelanggaran etik atas laporan dugaan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanpa koordinasi.

“Sidang etik dengan terperiksa pak APZ dengan acara pemeriksaan saksi-saksi antara lain dari pimpinan , Plt Jubir Penindakan dan pegawai dari Korsupdak,” kata Ali yang dikonfirmasi, Kamis (3/9/2020).

Pimpinan KPK yang diperiksa sebagai saksi yakni Ketua KPK Firli Bahuri, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dan Alexander Marwata. Ali tidak menyebut hasil materi pemeriksaan karena persidangan dilakukan secara tertutup.

“Sebagaimana ketentuan Peraturan Dewas tentang tata cara pemeriksaan dan persidangan pelanggaran kode etik,” ujar Ali menjelaskan.

Namun, lanjut Ali, putusan sidang etik akan disampaikan secara terbuka oleh Dewas KPK kepada publik. Pembacaan putusan sidang oleh Dewas dilakukan dalam persidangan secara terbuka.

Untuk diketahui, Sidang etik internal KPK sudah digelar oleh Dewas KPK sejak 24 Agustus hingga 26 Agustus 2020. Tiga pihak internal KPK yang mengikuti sidang etik yakni Ketua KPK Firli Bahuri atas dugaan pelanggaran melakukan perjalanan ke daerah menggunakan fasilitas helikopter dari pihak swasta.

Kemudian, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Poernomo Harahap terkait pernyataannya di media massa ketika WP KPK melakukan pembelaan terkait pemulangan penyidik Komisaris Polisi Rossa Purbo Bekti ke institusi Polri. Terakhir, penyidik KPK bernisial APZ atas dugaan melaksanakan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanpa koordinasi.

“Tentu siapapun yang menjadi terlapor dugaan pelanggaran kode etik baik pimpinan maupun pegawai KPK berkomitmen akan siap memenuhi panggilan proses-proses klarifikasi maupun pemeriksaan oleh Dewas KPK,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (B-003) ***