Hidayat : Membungkus Nasi Bukan Tugas Mensos Risma Kunjungi Lokasi Bencana Tidak Tepat

28

BISNIS BANDUNG – Wakil Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengkritik Mensos  Tri Rismaharini yang mengunjungi sejumlah lokasi bencana.  Menurut Hidayat Nur Wahid , itu bukan tugas Mensos yang seharusnya fokus pada bantuan sosial (Bansos) serta memperbaiki data-data di Kementerian Sosial.

Seperti diketahui Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini akhir-akhir ini aktif ikut serta terjun ke lokasi terdampak bencana seperti banjir, longsor, hingga erupsi Semeru.

Terakhir diketahui, Selasa, 19 Januari 2021 Mensos Risma menyambangi lokasi bencana banjir di Kabupaten Jember dan Lumajang.

Di Jember, Risma meninjau kondisi dapur umum posko banjir Desa Wonoasri, Tempurejo. Dia tak melibatkan diri ikut menyiapkan makanan bagi korban terdampak banjir.

Aksi Risma saat mengunjungi lokasi banjir di Jember ini  menuai kritikan dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid yang berpendapat, sebagai seorang Menteri Sosial apa yang dilakukan Risma di posko banjir tersebut tidaklah tepat.

“Mensos kunjungi sejumlah lokasi bencana,bukan tugas Mensos, ” ungkap Hidayat Nur Wahid menegaskan seraya meminta agar Mensos Risma fokus pada bantuan sosial (Bansos) serta memperbaiki data-data di Kementerian Sosial.

Hidayat Nur Wahid mengemukakan hal itu disampaikan langsung dalam akun Twitter milik pribadinya @hnurwahid pada Rabu 20 Januari 2021.

“Bukan tugas Mensos mewacanaan soal sebab erupsi Semeru, atau ikut membungkus nasi untuk korban banjir,” kata Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid meminta Mensos Risma benar-benar fokus pada bantuan agar semua rakyat terbantu serta bisa memenuhi tugas pokok dan fungsi sebagai Menteri Sosial. “Tapi karena bencana alam makin banyak dan luas, segeralah buat kebijakan-kebijakan solutif dan visioner, perbaiki data-data untuk Bansos dan lain-lain. Agar Rakyat benar-benar terbantu dan Mensos bisa husnul khatimah sebagai Menteri,” tambah Hidayat Nur Wahid.

Diungsikan sementara

Hal menarik terkait pengungsi bencana  di Sulbar .  “Ketika Jokowi mau meninjau, kita seolah-olah mau diamankan, seolah-olah terfasilitasi bantuan. Tapi ketika pemerintah pusat kembali, kita seolah-olah disuruh bikin tenda lagi, mau dibubarkan lagi,” ucap pria seorang pria yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :   Putri Kedua Aa Jimmy Dan Hati Nu Illah Dimakamkan

Video mengenai hal itu menjadi viral usai Jokowi mengunjungi korban gempaMamuju dan Majene di Sulawesi Barat, pada Selasa, 19 Januari 2021. Berbagai tanggapan dilontarkan oleh sejumlah tokoh, tak terkecuali Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Akan tetapi, video yang viral ini telah diklarifikasi oleh Dandim 1418Mamuju Kolonel Tri Azis Hartono yang menegaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut hanya salah paham dan tidak ada paksaan kepada warga.

“Enggak, enggak, tidak ada pengondisian, (tidak) memaksa warga membongkar tenda karena Jokowi mau datang. Kita imbau baik-baik masyarakat silakan, kita siapkan fasilitas. Gak ada pengondisian, mana berani kita pengondisian,” ujar Kolonel Tri.

Menanggapi video viral pengungsi yang kesal dan menolak dipindahkan ke pengungsian lain karena Jokowi mau datang ini jugat ditanggapi oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Menurutnya, di masa sekarang ini, setiap kedatangan presiden ke suatu daerah pasti akan membuat sibuk semua petugas, aparat dan birokrat di daerah yang akan didatanginya .

“Siapapun presidennya, mau Jokowi, mau SBY, mau siapapun kalau berkunjung ke suatu tempat bikin sibuk memang,” ujar Refly Harun yang dilansir  kanal YouTube miliknya.

Ia menuturkan, kedatangan seorang pemimpin selalu membuat semua pihak sibuk untuk melakukan clearance dan menyiapkan fasilitas terbaik untuk pemimpin tersebut. (B-003) ***