Hikmah di Balik Wabah Corona

18

AGAK kurus. Bisa jadi bukan hanya karena terpapar covid-19, ia  tidak terbiasa harus berdiam diri di kamar isolasi. Ia tidak pernah diam, selalu tampak dinamis. Terjun sendiri menyelesaikan berbabgai masalah kota tempat ia bertugas. Bima Aria, Walikota Bogor itu diketahui terpapar corona, penyebab wabah covid-19 yang dikenal ganas. Sang Walikota harus masuk ruang isolasi di rumah sakit.

 Bukan karena ia seorang pejabat paling tinggi di Kota Bogor, hingga dalam waktu tidak terlalu lama, Bima dnyatakan sehat. Dalam pemeriksaan terakhir,  covid-19 yang  bersarang pada tubuhnya negatif. Menurut keterangannya pada medsos, Bima Aria mengatakan, kesembuhannya, terutama berkat ke-Mahaagungan Allah SWT. Selama diisolasi ia tak pernah berhenti berdoa, melakukan semua perintah dokter dan paramedis. Ia disiplin menjaga kebersihan badan, olahraga, dan makan makanan yang disarankan dokter.

Sesama pejabat penting lainnya yakni Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, Bima Aria merasakan betapa besarnya pengorbanan paramedis di rumah sakit tempatnya diisolasi. Mereka tanpa meperhatikan dirinya, penuh semangat menangani pasien.  Kalaupun harus melepas rindu terhadap keluarganya di rumah, banyak di antaranya merasa cukup bertemu secara online.

Kita dapat menarik pelajaran dari kedua pejabat itu tentang covid-19. Disiplin merupakan kunci utama dalam upaya penyembuhan. Benar, diam di rumah merupakan “siksaan” bagi sebagian orang. Akan tetapi, dengan displin diam di rumah, penyebaran corona akan terhambat.Corona sangat “senang”melihat orang bepergian atau berkumpul atau masu ke kerumunan orang.Corona tidak akan berjangkit dan segera mati apabila antarmanusia berjauhan, minimal dua meter. Disiplin membersihkan diri, baik serimg mencuci tangan  dengan sabun, mandi, dan betrkumur. Disiplin dalam menjaga kebersijan lingkungan. Corona amat senang berada di tempat yang lembab dan kotor. Disiplin dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ketika corona suda menjauh dari diri seseorang, orang itu benar-benar berubah ke arah yang jauh lebnih baik. Itulah hikmah di balik merajalelanya virus corona.  Orang itu menjadi bersih dan lebih santun. Apabila batuk, bersin, atau menguap,selalu menutup mulutnya dengan saputangan atau tisu. ***