IAKMI : Sampai Akhir 2020 Kasus Covid 19 Bisa Satu Juta Tak Bisa Dikendalikan Hanya Dengan Mengandalkan Vaksin

73
IAKMI : Sampai Akhir 2020 Kasus Covid 19 Bisa Satu Juta Tak Bisa Dikendalikan Hanya Dengan Mengandalkan Vaksin

BISNIS BANDUNG – Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyarankan pemerintah agar melakukan deteksi lewat test Covid-19 secara masif dan serius.Deteksi lewat test Covid , disebutkan Dicky , sangat penting karena rangkaian demonstrasi Omnibus Law dan libur panjang di pengujung Oktober, akan semakin menyulitkan pemerintah mendeteksi klaster penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“ Berkaca dari beberapa negara lain, momen libur panjang cenderung akan diikuti oleh lonjakan kasus Covid-19. Kalau saya lihat di Italia, Prancis, Spanyol, setelah libur panjang kasus naik 30 % ,  kita pernah mengalami hal serupa itu , naik 30 % setelah liburan HUT RI,”ujar Dicky.

Lonjakan corona, lanjut Dicky ,  juga tak bisa dikendalikan dengan hanya mengandalkan vaksin.Indonesia masih akan terus dihadapkan dengan penyebaran virus corona.  Terkait dengan aksi unjuk rasa , Dicky Budiman mengatakan, tak tepat jika ada pihak yang menuding aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19.

Menurut Dicky, sebelum terjadi demonstrasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah buruk. Oleh karena itu, menurutnya, kasus positif Covid-19 akan tetap meningkat sekalipun tanpa ada aksi turun ke jalan.

“Kerumunan di unjuk rasa tidak bisa jadi faktor tunggal karena sebelumnya sudah banyak. Dia akan kontribusi, tentu jangan sampai pemerintah atau publik menilai gara-gara demo kasus meningkat, tidak bisa begitu,” kata Dicky yang dilansir CNNIndonesia.com, dikutip BB, Kamis ( 27/10/20) .

“Bicara vaksin, obat, sebagai sebuah harapan, ini bukan segalanya. Ini ada upaya untuk vaksin. Tapi tidak akan membawa dampak signifikan di tahun awal ini,” tambah Dicky.

      Bisa capai 1 juta ?

Sementara  epidemiolog dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra memprediksi, kasus Covid 19 di Indonesia sampai Desember 2020  bisa mencapai 1 juta kasus. Kebijakan cuti bersama  libur panjang dari 28 Oktober hingga 1 November 2020, diprediksi bisa menjadi pemicu bertambahnya kasus virus corona di Indonesia sampai  600.000 kasus .

Menurut Hermawan  , prediksi lonjakan kasus itu tak hanya disumbang oleh momen libur panjang pengujung Oktober. Tapi juga bisa  dari  kerumunan pengunjuk rasa tolak UU Cipta Kerja  dan  Pilkada 2020. Hermawan berpendapat, upaya paling mungkin yang bisa dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan menguatkan pencegahan berbasis keluarga dan komunitas. Ia mengkritik langkah pemerintah yang hingga saat ini hanya fokus pada penyediaan fasilitas perawatan. Padahal, memperbaiki fasilitas perawatan tidak dapat menahan laju penyebaran virus . Yang akan terjadi justru  angka kasus yang terus meningkat. Menurut dia, cara satu-satunya yang setidaknya dapat menahan laju penyebaran adalah dengan pencegahan berbasis komunitas.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim kasus virus corona (Covid-19) belum menunjukan peningkatan signifikan meski banyak terjadi demonstrasi di ibu kota dalam sepekan terakhir ini . Wagub DKI bahkan mengatakan,  terjadi penurunan kasus.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada tanda-tanda peningkatan, justru yang terjadi kecenderungannya menurun. Kita bersyukur angka di nasional kasus aktif atau kasus positif aktif juga menurun,” kata Riza, Jumat pekan lalu. (B-003) ***