ICW : Dewan Pengawas Amat Lambat Lagi-lagi Putusan Sidang Etik Ketua KPK Ditunda

10

Putusan sidang etik Ketua KPK Firli Bahuri , kembali ditunda dengan alasan anggota Dewan Pengawas KPK akan menjalani tes swab. Tertundanya kembali putusan sidang etik banyak muncuatkan pertanyaan , diduga sebelum putusan sidang diumumkan kepada publik , pihak Dewas  tengah meracik putusan “terbaik” terkait helikopter mewah yang digunakan Ketua KPK Firli Bahuri  .

“ICW beranggapan Dewan Pengawas amat lambat dalam memutuskan dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPK,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Selasa (15/9/2020).

ICW menilai mestinya Dewas sudah dapat memutus terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri. Sebab menurutnya KPK melarang pegawainya memiliki gaya hidup mewah.

“Semestinya sejak beberapa waktu lalu, Dewan Pengawas sudah bisa memutuskan hal tersebut. Terlebih, tindakan dari Ketua KPK diduga keras telah bertentangan dengan Peraturan Dewas yang melarang setiap unsur pegawai KPK menunjukkan gaya hidup hedonisme,”ujar Kurnia.

Dikemukakan Kurnia , ICW meminta agar Dewas KPK memberikan sanksi berat kepada Firli Bahuri dan merekomendasikan Firli untuk mengundurkan diri. Kurnia menyebut beban sorotan publik terhadap KPK akan berkurang jika Firli tak lagi menjabat sebagai Ketua KPK.

“Jika Komjen Pol Firli Bahuri tidak lagi menjabat sebagai Ketua KPK, niscaya beban kelembagaan tersebut berkurang, tinggal menyisakan problematika UU 19/2019 yang saat ini sedang diuji di Mahkamah Konstitusi,”ungkap Kurnia.

ICW mengaku heran dengan sejumlah pihak yang menganggap tindakan Firli menaiki helikopter bukan tindakan mewah karena ada sejumlah transportasi lain yang dapat digunakan. Untuk itu ICW berharap menjelang putusan etik tersebut Dewas dapat bertindak independen.

“Jangan sampai jelang pengumuman pada pekan depan dimanfaatkan oknum atau kelompok tertentu untuk mencoba mengintervensi proses sidang etik di Dewan Pengawas KPK,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya , Ketua KPK Firli Bahuri sedianya menghadapi putusan dalam sidang etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait helikopter mewah hari ini (Senin, 14/9/20) Namun, sidang putusan kembali ditunda karena anggota Dewas KPK harus menjalani swab test terkait virus Corona (COVID-19).

Plt Jubir KPK Ali Fikri menjelaskan, berdasarkan hasil tracing, didapat informasi bahwa anggota Dewas KPK kontak atau ada interaksi dengan pegawai KPK yang positif COVID-19.

“Penundaan agenda sidang ini dilakukan karena dibutuhkannya tindakan cepat penanganan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan KPK, khususnya Dewan Pengawas KPK,” kata Ali kepada wartawan, Senin (14/9). Karenanya, sidang putusan etik terhadap Firli ditunda menjadi tanggal 23 September atau hari Rabu pekan depan.

Ada tarik ulur ?

Sidang ini merupakan tindak lanjut laporan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) kepada Dewas KPK, soal adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Firli karena naik helikopter mewah saat melakukan kunjungan ke Sumsel, yakni dari Palembang ke Baturaja, 20 Juni lalu.

MAKI menyebut Firli menaiki helikopter milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO saat perjalanan dari Palembang menuju Baturaja. Menurutnya, Firli patut diduga melanggar aturan tentang kode etik pimpinan KPK terkait larangan bergaya hidup mewah.

Sementara itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) curiga penundaan sidang kode etik Ketua KPK Firli Bahuri dilakukan karena ada tarik-ulur keputusan.

“Tidak ada tarik-ulur soal putusan,” kata anggota Dewas KPK, Syamsuddin Harris, kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Syamsuddin menjelaskan, penundaan sidang dilakukan karena 3 anggota Dewas tengah menjalani tes swab. Tes itu dilakukan karena ketiganya sempat kontak dengan seorang pegawai KPK yang positif Corona. (B-003) ***