Imbas Liburan Panjang Ancam Kasus Covid-19

15
Imbas Liburan Panjang Ancam Kasus Covid-19

BISNIS BANDUNG– Potensi kenaikan kasus Covid-19 bakal terjadi imbas dari libur panjang pekan depan mulai 28 Oktober sampai 1 November, jika tidak diantisipasi sejak dini. Jangan bosan menyadarkan publik bahwa kerumunan orang tanpa memperhatikan protokol kesehatan merupakan ancaman buruknya kesehatan terpapar virus corona.

Diketahui, Kamis  29 Oktober 2020 merupakan libur nasional sehubungan Maulid Nabi Muhummad Saw akan mengundang pergerakan massa yang mengancam penularan kasus Covid-19. Pengalaman libur panjang pada Idul Adha 1441 Hijriah terjadi mudik raya, sehingga jalanan mecet di beberapa titik di luar perkiraan dan kerumunan masyarakat pun sulit dibendung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan polda dan TNI untuk memperbanyak personel, seperti kita tiap minggu kita menyerbu zona merah, termasuk ke titik destinasi wisata untuk menerapkan protokol kesehatan dengan tegas,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil  di Bandung, Senin (19/10/2020).

Dia mengakui saat libur panjang terkait dengan Idul Adha 1441 Hijriah yang lalu, membuat sejumlah warga mudik dan berdampak pada kasus Covid-19.

“‘Long weekend’ Idul Adha kemarin itu menaikkan kasus. Pelajaran buat kita. Kami sudah menyiapkan materi edukasi, pada dasarnya selama disiplin 3M, bisa terkendali,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya.

Dia menegaskan, jika ada hotel atau tempat pariwisata yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 saat libur panjang nanti, maka ancamannya penutupan sementara.

Di luar dari itu, tuturnya  tidak ada kebijakan yang berubah, sedangkan pihaknya tidak menerapkan aturan bagi warga luar Jawa Barat yang datang untuk menunjukkan bukti bebas Covid-19 melalui tes PCR.

“’Swab’ (tes usap) itu mahal kalau mandiri. Yang penting, sambil nunggu vaksin, kuncinya 3M mencuci tangan, menjaga jarak dan mengenakan masker. ‘Lockdown’ terbaik ya pakai masker. Kita nanti buktikan hasilnya,” kata dia.

Menjelang pelaksanaan cuti bersama 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau masyarakat di zona merah Covid-19 tetap di rumah bersama keluarga.

Imbauan itu disampaikan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 selama libur panjang.(B-002)***