Indonesia-Malaysia Semakin Serius Garap Mobil ASEAN

178

Indonesia dan Malaysia semakin serius untuk berkerjasama dalamĀ  mengembangkan industri otomotif yang kompetitif di pasar Asia Tenggara. Kerjasama iniĀ  bakal mengarah pada pengembangan kendaraan yang disebut mobil ASEAN.

Bersinerginya kedua negara ini ditandai dengan penandatangan dan pertukaran Memorandum of Agreement (MoA), antara Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), I Made Dana Tangkas dan CEO Malaysia Automotive Institute (MAI), Dato Mohamad Madani Sahari.

Dalam keterangan yang diterima BB, Selasa (14/8) pejabat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, Indonesia bersama Malaysia ingin menjadi pelopor di ASEAN, karena kita menyadari bahwa ASEAN merupakan satu kekuatan ekonomi yang cukup besar.

Kerjasama ini akan mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan rantai pasok, peningkatan daya saing industri komponen serta kegiatan penelitian dan pengembangan (RnD).

Selain itu, kerjasama ini diharapkan bisa membuat komponen bersama yang kritikal dan nonkritikal untuk diproduksi dan dipasarkan di Asia Tenggara. “Dengan populasi yang sangat besar hingga mencapai 650 juta jiwa, menjadi potensi market khususnya bagi industri otomotif,” ungkap Putu Suryawirawan.

Sementara itu, menurut Presiden IOI, I Made Dana Tangkas , dengan kekuatan industri otomotif kedua negara, bisa mengenal konten ASEAN untuk kendaraan dari komponen yang diproduksi oleh negara ASEAN.

“Sekarang minimal di masing-masing negara lokal konten 40 %, kalau dijumlah bisa mencapai 100 % , hingga bisa disebut ASEAN content. Jadi dari sini, mobil ASEAN bisa dibangun,” ujar I Made Tangkas. (E-002)***