Industri Pariwisata Anjlok 70-80% Oleh Covid 19 Karyawan Cuti Tanpa Dibayar

15

BISNIS BANDUNG — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asita Jawa Barat, Budijanto Ardiansjah mengemukakan, dampak mewabahnya virus corona atau covid 19,  industri pariwisata melakukan berbagai efisiensi karena merupakan sektor yang paling terpukul oleh wabah ini.

Pembatalan rombongan wisatawan secara masiv menyebabkan banyak industri pariwisata terpuruk . Angka kunjungan/okupansi hotel anjlok antara 70-80%. Wisatawan yang membatalkan kunjungan ke Indonesia terutama Jawa Barat,umumnya  berasal dari negara China, Asia  dan Australia serta beberapa negara Eropa. “Penurunan angka kunjungan wisatawan terjadi sejak pertengahan Februari lalu. Penurunan terjadi pada semua hotel. Kita belum tahu sampai kapan bakal Terjadi, tapi kita berharap tidak lebih dari 6 bulan, karena ini menyangkut wabah virus yang belum ditemukan vaksinnya,” ungkap Budijanto , Senin (16/3/20) menjawab pertanyaan BB mengenai dampak virus corona terhadap sektor pariwisata.

Dikemukakannya , mewabahnya virus corona berdampak pada efisiensi, di antaranya pada pengurangan hari kerja, penawaran unpaid leave (cuti tanpa dibayar) dan lainnya. “Kami selaku pelaku usaha industri kepariwisataan dan perhotelan belum begitu puas dengan  cara penanganan pemerintah, tapi mudah-mudahan kedepannya akan lebih baik . Untuk mencegah penyebaran virus corona, kami melakukan penyemprotan disinfektan dan sanitasi serta sterilisasi pengunjung,”tambah Budijanto.

Sementara itu dihubungi terpisah, anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bandung Barat , Dian Dermawan mengungkapkan, fenomenan penyebaran virus corona atau Covid-19 diberagam negara termasuk di Indonesia, merupakan pukulan telak bagi dunia pariwisata karena ada kekhawatiran penyebaran yang sangat extreme, sehingga muncul berbagai larangan untuk berkunjung ke Indonesia.

Dikatakannya, dampaknya signifikan terhadap kunjungan tamu/tingkat hunian hotel.Penurunan mencapai  70  berlangsung sejaki bulan Februari 2020. Ini terjadi di semua hotel. “Penurunan angka kunjungan wisatawan selain akibat mewabahnya virus corona, ditambah dengan adanya himbauan dari Kepala Daerah supaya sekolah-sekolah tidak mengadakan kunjungan belajar (study tour) atau liburan, hingga terjadi pembatalan pemesanan hotel. Penurunan angka kunjungan wisata/okupansi, akibat sebaran virus corona atau covid 19, dikhawatirkan mewabah sampai pertengahan tahun atau lebih, karena ada pemberitaan  yang menyatakan puncak penyebarannya pada bulan puasa. Semua orang sangat khawatir, apalagi dengan dikeluarkannya pandemi covid 19 oleh WHO, ” ungkap Dian di Bandung.

Diakui Dian, untuk menutupi biaya operasional, akibat anjloknya angka kunjungan/okupansi,dampak dari sebaran virus Corona atau Civid 19, pihak pengusaha hotel  melakukan penghematan  berbagai hal. Ia mengklaim jika sejauh ini, tenaga kerja tidak dirumahkan.”Bagi masyarakat harus terus diberikan edukasi mengenai cara menghindari sebaran penularan covid19. Upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” pungkas Dian. (E-018)***