Inflasi JABAR Diprediksi Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional

4

Bergerak cepatnya pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dibandingkan nasional, membuat inflasi JABAR pun diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan nasional. Meski begitu, kantor perwakilan Jawa Barat Bank Indonesia pun memprediksi, inflasi JABAR tahun ini tidak lebih dari 3 koma 51 persen, dengan perhitungan inflasi pada desember hingga minggu ketiga mencapai nol koma dua puluh persen.

Pada tahun 2019 hingga pertengahan desember, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat sudah di atas lima koma satu persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan nasional yang diprediksi hanya mencapai lima koma satu persen. Namun, hal tersebut pun menyebabkan inflasi di jabar lebih tinggi dari nasional yang diprediksi mencapai 3 koma satu persen. Berdasarkan data BPS, hingga november inflasi JABAR mencapai tiga koma 42 persen. Berdasarkan survei pemantauan harga, BI pun menyatakan hingga minggu ketiga desember inflasi jabar mencapai nol koma dua puluhan. Menurut kepala divisi advisory dan keuangan Bank Indonesia JABAR, taufik saleh,  tekanan inflasi yang cukup tinggi terjadi di Kota Bogor, Bekasi, Bandung, dan Depok. Sedangkan penyebab inflasi tertinggi berasal dari bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Karenanya pihaknya berharap, pedagang tidak mengekspektasikan kenaikan harga sembako terlalu tinggi, agar inflasi dapat terkendali.

Selain itu, peningkatan inflasi pun didorong oleh kepadatan arus kendaraan. Kantor perwakilan Bank Indonesia JABAR pun menargetkan, tahun 2020, inflasi JABAR mencapai tiga plus minus satu persen.

Budi Hartati, Bandung Tv.