IPW : Polisi Telah Mendua Tak Berdaya Hadapi Kerumunan Massa Kegiatan Rizieq Shihab

230

BISNIS BANDUNG – Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebut Polri telah mendua. Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan Polri yang tak berdaya menghadapi kerumunan massa dalam sejumlah kegiatan Rizieq Shihab.

“Dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Rizieq sepulang ke Indonesia, polisi tak berdaya membubarkannya. Dari kasus ini terlihat polisi hanya berani pada masyarakat yang tidak punya pengaruh dan takut pada figur yang berpengaruh,” ujar  Neta S.Pane , Minggu awal pekan ini.

Padahal, sejak Maret 2020, Polri terus mengumumkan secara tegas bakal menghukum masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Polri bahkan tercatat pernah membubarkan sejumlah acara di daerah, seperti pesta perkawinan , bahkan acara keagamaan.

Namun, di seluruh rangkaian kegiatan Rizieq Shihab, Neta menilai, Polri hanya diam saja. “Massa dan pendukungnya cukup banyak, polisi tidak mau ambil risiko dan membiarkannya. Padahal apa yang dilakukan polisi itu bisa dinilai masyarakat sebagai tindakan tajam ke atas tumpul ke bawah,” ungkap Pane.

Menurutnya, bukan tidak mungkin jika nanti masyarakat akan merasa diperlakukan tidak adil, sehingga akan bertindak yang sama. Ia menyarankan supaya Polri memiliki satu sikap. “Yakni bersikap tegas pada semua pelanggar protokol kesehatan agar penyebaran pandemi Covid 19 bisa segera dikendalikan,” kata Neta.

Di kesempatan terpisah yang dilansir Tempo.com ,  Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis menyoroti kerumunan massa tanpa protokol kesehatan yang terjadi belakangan ini. Dikatakan, bahwa kerumunan tersebut menimbulkan keresahan untuk masyarakat lainnya.

“Seperti yang disampaikan oleh warga maupun organisasi masyarakat melalui berbagai media,” ucap Idham dalam konferensi pers daring pada , 15 November 2020 baru lalu. Idham kembali mengingatkan seluruh pihak agar menaati protokol Covid-19. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan hingga menghindari kerumunan massa.

“Hal tersebut harus dilakukan bersama demi keselamatan bersama,” kata Idham Azis. Meski begitu, dalam pidatonya kali ini, ia tak menyebut akan adanya pemberian sanksi seperti yang selalu dikatakannya secara tegas.

Idham hanya terus menerus mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan 3M. Sebab, menurut dia, hanya dengan tindakan itu, masyarakat bisa terhindar dari Covid- 19 . (B-003) ***