Istana Menegur Raffi Ahmad Setelah Disuntik Vaksin Mengecewakan Tidak Menghargai Keistimewaan

3

BISNIS BANDUNG – Langkah Presiden Jokowi mengajak artis atau influencer seperti Raffi Ahmad untuk ikut divaksin rentan berujung gimik.. Raffi Ahmad tak sampai 24 jam mendapat sorotan netizen karena kedapatan kumpul bersama artis lainnya usai divaksin covid bersama Jokowi. Raffi dicap mengecewakan karena keterlaluan dan tidak menghargai keistimewaan yang ia dapatkan dari Istana.

Istana pun  menegur Raffi. “Sudah diingatkan kembali oleh tim komunikasi covid-19 untuk tetap pakai masker, cuci tangan, jaga jarak,” ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan, upaya lanjutan yang dibutuhkan saat ini adalah langkah edukasi yang konkret, hingga usaha pemerintah tak sia-sia. Hermawan menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan  segmentasi followers atau pengikut para influencer di media sosial mereka masing-masing.

“Memang kehadiran artis  Raffi Ahmad dan lain-lain memang  pencitraan, gimik untuk kalangan tertentu . Usaha ini bisa positif dan negatif, bila ingin membuahkan hasil mereka harus concern untuk edukasi,” kata Hermawan, Rabu (13/1).

Hermawan menilai upaya itu terkesan sia-sia bila tidak ada kelanjutan edukasi kepada masyarakat oleh tokoh-tokoh atau influencer yang dipilih . Alih-alih menggaet influencer, lanjut Hermawan ,  sebetulnya  perwakilan organisasi kesehatan dan organisasi masyarakat menurutnya telah cukup bila dimaksimalkan dengan matang.

“Ya seharusnya yang lebih penting adalah melihat pakar kesehatan yang diikutsertakan, ahli kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat lebih percaya karena mereka concern di dunia medis,”ujarnya.

Analis Media Sosial Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi pun mengapresiasi Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menilai kehadiran influencer seperti Raffi Ahmad bisa memberikan dampak positif hanya bila segmentasi pengikut Raffi Ahmad memang pas, salah satunya seperti usia dan latar belakang followers yang sesuai dengan prasyarat vaksinasi 18-59 tahun.

Baca Juga :   Presiden KSPSI : Gugat UU Cipta Kerja Hakim MK Pemegang Prinsip Keadilan Dan Integritas

Terlebih bila influencer tersebut mampu memberikan edukasi yang substantif secara berkala kepada followersnya. Namun bila sebaliknya, maka upaya pemerintah kali ini hanyalah modal gimik yang tidak akan memberikan pengaruh besar di masyarakat, melainkan hanya sebagai sebuah momen seremonial semata.

“Sejak awal saya melihat  lebih banyak seremonial, jadi untuk hal-hal substansial kita lupakan. Oke, bila mengundang influencer, tapi harus dipastikan followers mereka memang real dan sesuai target atau segmentasi vaksinasi itu sendiri, ya seharusnya jangan influencer yang agak alay… ya,” kata Masdaline kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/1) yang dikutip Bisnis Bandung.com