Jabar Juara dalam penanggulangan Covid 19

1372
Jabar Juara dalam penanggulangan Covid 19

“Penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Barat  menunjukkan perkembangan menggembirakan.” Hal itu dikemukakan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil  kepada media massa di Bandung, 22 Juni kemarin. Ia menjelaskan pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh mencapai lebih dari tujuh kali lipat jumlah pasien meninggal dunia.” Tingkat keterisian rumah sakit terus menurun, tinggal 27,64 persen,” katanya.

Masih menurut RK, tingkat infeksi Covid-19 di Jabar juga terus menurun, kini hanya 6,6 persen saja. Di P. Jawa masih ada daerah yang tingkat infeksinya mencapai 30%. Dengan demikian kini Jabar menempati rangking ke-18 dari 34 provinsi di Indonesia. Sampai  Senin kemarin,  pasien yang sembuh mencapai 1.287 orang sedangkan yang meninggal 171 orang tanpa penambahan.

Secara angka, sampai Senin (22/6) Jabar boleh dikatakan juara, khsusnya di P. Jawa. Namun demikian, masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19, di Kota/Kabupaten Bekasi, Kota/Kabupaen Bogor, dan Kota Bandung. Selain jumlah penduduk di kota/kabupaten tersebut tertinggi di Jabar, bahkan tertinggi di Indonesia. Wajar apabila  jumlah orang terpapar corona, secara angka,  sangat tinggi. Namun secara persentase, cukup rendah dibanding provinsi lain, khususnya di P. Jawa. Hal itu terjadi karena jumlah penduduk Jabar yang hampir 50 juta jiwa.

Pemerintah Provinsi Jabar belum menyatakan, daeah Jabar benar-benar terbebas dari Covid-19. Jabar masih belum menjadi juara pertama dalam penanggulangan Covid-19. Masih ada beberapa daerah di Jabar yang masih berada pada jalur kuning. Kota Bekasi, Bogor, dan Bandung masih memperlihatkan kenaikan jumlah penderita Covid-19 cukup tinggi.

Mengendurnya PSBB di Bogor, Bekasi, dan Bandung, berakibat euforia di kalangan warga, dan meningkatnya arus kunjungan dari luar kota, Tempat-tempat wisata di Puncak, Taman Safari, Kota Bandung dan sekitarnya, mendapat kunjungan cukup besar. Hal itu mempersulit petugas kesehatan di titik-titik pengawasan. Dalam memeriksa suhu badan serta diteksi terpapar atau tidanya virus corona para pengunjung, petugas mendapat kelsulitan. Begitu pula pasar, pertokoan, dan angkutan, seolah-olah tidak terjadi wabah Covid-19. Pos-pos PSBB, hampir semuanya sudah ditinggalkan petugas. Banyak orang yang berlalu-lalang tanpa masker atau menunaikan protolol kesehatan.

Karena itulah Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menetapkan perpajangan masa PSBB di Jabar. Pengawasan di kota/kabupaten yang berada pada jalur kuning terus dilakuklan. Meskipun kurva pandemik Covid-19 Jabar semakin melandai, pemerintah masih terus melakukan berbagai tindakan mencegah meluasnya pandeni Covid-19. Tindakan itu antara lain, melarang warga DKI Jakarta mendatangi kawasan Puncak. Kawasan-kawasan wisata masih banyak yang belum dibuka kembali. ***