Jabar Siapkan Strategi Percepat Industri Wisata

3
Jabar Siapkan Strategi Percepat Industri Wisata

BISNIS BANDUNG– Pemprov Jabar memiliki sejumlah pilar sebagai strategi dalam rangka mengakselerasi pariwisata dan kebudayaan. Beberapa strategi disiapkan dalam mempercepat industri kepariwisataan guna membangkitkan perekonomian serta menekan penyebaran virus Covid-19.

“Kekuatan itu akan diangkat melalui sebuah ekspansi budaya di masing-masing kabupaten kota di masa pemulihan ini,” kata  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Dedi Taufik di Bandung, Minggu (30/5/2021).
Strategi pertama, menurut Dedi adalah menguatkan budaya. Provinsi Jabar memiliki zona budaya, Sunda Betawi, Sunda Priangan di wilayah Metropolitan Bandimng dan sekitar serta Cirebon.
Kedua, menguatkan SDM karena di dalam Adaptasi Kebiasaan Baru ada adaptasi di internal dan eksternal pariwisata yang sigap menyesuaikan terhadap kondisi pandemi.
Kemudian mengembangkan konten destinasi dan ada destinasi yang berbasis religi, alam serta buatan namun di masa pemulihan, pihaknya lebih memprioritaskan pariwisata berbasis alam karena dianggap lebih sesuai dengan kondisi pandemi.
“Selain destinasi alam tadi, kita industrinya adalah industri lokal ya, supaya dalam situasi seperti ini yang kita inginkan ekonomi kreatif kita jalan ya karena Jawa Barat ini ada keunggulan, di film, fashion, kuliner, dan kriya,” katanya.
Selain itu, pendekatannya ke desa dari 5.312 desa, sekarang ada 215 desa wisata yang memang harus punya basis keunikan, baik kesenian, budaya, kerajinan, keunikan di alam, dan lainnya.
Pihaknya juga mengatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota melakukan early warning melalui protokol kesehatan dan pengetesan.
Kebijakan yang dilakukan secara disiplin oleh pengelola maupun pengunjung merupakan salah satu kunci industri pariwisata bisa berbenah di masa pandemi.
Dalam keadaan sebelum berdasarkan data BPS Jabar tahun 2019, pariwisata menyumbang Rp3,3 triliun atau sebesar 16 persen dari keseluruhan realisasi PAD provinsi yang sebesar Rp19,8 triliun.

Baca Juga :   Longsor, Arus Lalin Dialihkan Ke Sukabumi Dan Jonggol

Berdasarkan data Disparbud Jabar, angka pendapatan sektor pariwisata yang diperoleh dari kabupaten/kota selama triwulan pertama atau Januari sampai Maret 2021 sebesar Rp819 miliar.

Jumlah tersebut diperoleh dari pajak hotel, restoran dan rumah makan, tempat hiburan, dan retribusi.

“Di sektor pariwisata yang memang kita sekarang dalam rangka pemulihan. Di Tahun 2022, kita berharap nanti ada sebuah penormalan-penormalan, ini juga diawali dengan pemulihan kita punya strategi-strategi,” katanya.(B-002)***