Jabar Termasuk Angka Kematian Tertinggi dari DBD

8

BISNIS BANDUNG – Di tengah gencarnya antisipasi  menepis  pandemi  virus  Corona atau Covid-19, penyakit  lain pun  senantiasa mengancam. Sebut saja demam berdarah dengue (DBD), ternyata Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan angka kematian tertinggi.

Bukan hanya  sebaran virus Corona yang berbahaya, namun penyakit  DBD pun yang sejak lama mengancam kehidupan,  sepatutnya  mendapat  perhatian semua pihak. Pada triwulan pertama tahun 2020 sebanyak 4.600 orang terjangkit  DBD di Provinsi  Jabar,  di antaranya 16 orang  dinyatakan meninggal.

Sumber resmi  dari Kementerian Kesehatan menyebutkan, angka kematian tertinggi akibat DBD  terjadi  Nusa Tenggara Timur dengan 32 orang meninggal,  disusul Jawa Tengah dan Jabar dengan 16 kematian,  selanjutnya  Lampung dan Jawa Timur dengan 13 orang meninggal dunia.

Dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jum’at (13/3/2020)  Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani  mengungkapkan Kabupaten Ciamis masuk ke posisi teratas daerah di Jabar dengan angka kematian tertinggi akibat DBD.

Tercatat  tiga orang  di Ciamis  yang meninggal akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu. Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cirebon dan Kota Bandung yang masing-masing menelan dua korban jiwa. Disusul Kota Depok, Bogor, Sukabumi dan Tasikmalaya  masing-masing  satu korban jiwa.

Sedangkan sebaran  yang kasusnya paling tertinggi  adalah  Kabupaten Bogor dengan 443 orang, Ciamis 381 orang dan Kota Bandung 378 orang.

” Penyebaran penyakit ini sering kali terjadi di daerah yang padat penduduknya,”  tutur Berli Hamdani seraya menyatakan kebanyakan pasien yang meninggal disebabkan lambannya  dalam penanganan medis yang didapatkan.

Oleh sebab itu,  seebaiknya bila terdapat gejala demam tinggi segera dibawa ke pelayanan kesehatan untuk ditangani.

Dinkes Jabar pun berupaya mencegah DBD dengan mencanangkan program jumantik atau juru pemantau jentik bagi setiap orang di rumahnya masing-masing. Sudah  semestinya dipantau di setiap genangan air,  pot bunga,  tempat sampah dan tumpukan  serta  gantungan baju karena jentik berpotensi hidup. (B-002)***