Jadi Tontonan, Kota Mati Muncul Dari Genangan Waduk

660

Genangan air di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang menyusut akibat kemarau berkepanjangan. Pemakaman dan bangunan  muncul ke permukaan. Bila genangan air di Waduk Jatigede sedang tinggi, posisi komplek pemakaman itu berada dekat dengan pesisir waduk atau sekitar 1 kilometer dengan pemukiman yang masih di huni warga.Awal musim hujan di bulan ini ternyata belum menggenangi semua kawasan,seperti terlihat di bekas wilayah Kampung Betok Munjul, Desa Sukamenak Kecamatan Jatigede .Bangunan paling menonjol dari wilayah ini ialah keberadaan sebuah masjid,meskipun atapnya sudah tidak ada,namun dindingnya masih kokoh berdiri dan menyiratkan pada masa lalu kegiatan keagamaan berlangsung disini.Selain puing-puing bekas bangunan yang nampak,surutnya genangan ini membuat lahan pesisir menjorok sekitar 500 meter.

Fenomena surutnya genangan air sejak beberapa bulan lalu,tidak sedikit memberikan berkah bagi warga masyarakat.Salah seorang warga yang Mandalawangi temui mengungkapkan,sejak air bendungan surut beberapa bulan lalu ,  lahan bekas genangan ini di olah menjadi lahan sayuran, antara  lain berupa timun yang sudah beberapa kali panen, karena usia tanamnya cukup pendek hanya 35 hari . Namun dibalik berkah tersebut  ada  yang terungkap,yakni sulitnya masyarakat setempat memperoleh lapangan pekerjaan,karena lahan  mereka tempat mencari nafkah telah terendam . Kini masyarakat hanya mengandalkan mata pencaharian dari menangkap ikan di area genangan saja. Sementara untuk membuat jaring terapung layaknya di bendungan bendungan lainnya diperlukan modal yang tidak sedikit.

Hal sama diungkapkan warga lainnya, surutnya genangan banyak pelancong yang datang,terutama di kawasan bekas Kampung Betok,pada umumnya mereka penasaran dengan keberadaan bekas bangunan masjid. Atraksi wisata dadakan ini  mampu memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat.Dengan adanya pelancong dari berbagai daerah mulai bermunculan warung- warung yang menjajakan makanan dan minuman.Para pelancong akan semakin ramai setiap akhir pekan atau masa liburan,sedangkan di hari biasa hanya pelancong dari seputaran wilayah Jatigede saja yang berkunjung.Kondisi bangunan bangunan bekas rumah tinggal serta masjid memberikan nuansa cukup eksotis,terlebih dengan keberadaan beberapa makam.Hal inilah yang menjadikan kawasan tersebut menjadi populer sebagai latar untuk berswafoto.Selain dipakai untuk latar swafoto,tidak sedikit pula para fotograper berburu  spot menarik untuk diabadikan dengan lensa kamera.

Kegiatan wisata di kawasan ini tidak dipungut biaya,hanya dikenakan tarif parkir saja oleh masyarakat setempat.Fenomena surutnya genangan waduk Jatigede telah terjadi dua kali. Para pelancong berharap adanya penataan, terutama bagi pedagang agar berjualan tidak terkesan carut marut seperti saat ini. (E-001) ***