Jaksa Tersangka Penerima Suap USD 500.000 Operasi Plastik Hidung Di Amerika Serikat

62
Jaksa Tersangka Penerima Suap USD 500.000 Operasi Plastik Hidung Di Amerika Serikat

BISNIS BANDUNG – Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan menerima suap senilai USD 500.000 terkait pelarian terpidana cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.

Selain dugaan rasuah, gaya hidup mewah jaksa Pinangki juga disorot. Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendapatkan informasi Jaksa Pinangki pernah terbang ke Amerika Serikat hanya untuk melakukan operasi plastik pada bagian hidung.

“Operasi plastik di Amerika itu aku ada dokumennya,  itu berasal dari Twitter dia sebelum dihapus, ada temennya yang capture,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada wartawan, Rabu pekan lalu.

Operasi hidung Jaksa Pinangki ditangani dr. Andrew Jacono yang membuka praktik di Manhattan dan Long Island, Amerika Serikat. Dalam situs New York Center fof Plastic Sugery, Andrew merupakan seorang ahli bedah plastik terkemuka di New York.

Ada dua metode yang digunakan dalam praktik dr. Jacono yakni dengan operasi dan non-operasi pada wajah. Umumnya pasien berasal dari kaum sosialita Amerika dan internasional, tokoh, model hingga artis. Namun tak disebutkan siapa saja yang pernah menggunakan jasanya.

Dikutip BB dari laman Kumparan, dr. Jacono diketahui telah malang melintang di dunia bedah plastik. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Bedah Plastik dan Rekonstruksi Wajah di Rumah Sakit Universitas North Shore Manhasset, Asisten Klinis Profesor, Divisi Bedah Plastik dan Rekonstruksi Wajah di The New York Eye and Ear Infirmary dan Albert Einstein College of Medicine.

Selain itu, dr. Jacono juga menjabat sebagai Direktur The New York Center for Facial Plastic & Laser Surgery di New York. Ia juga merupakan satu dari 70 ahli bedah AS yang merupakan Direktur Advanced Facial Plastic Surgery Fellowship untuk American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery.

Gaya hidup Jaksa Pinangki menjadi salah satu hal yang dilaporkan MAKI kepada Komisi Kejaksaan (Komjak) RI. Dalam laporannya, MAKI menyinggung soal gaya hidup mewah Jaksa Pinangki yang dinilai tak sebanding dengan jabatannya yang hanya eselon IV.

“Iya hidup mewah dia saya laporkan ,  utamanya kan bukan hanya sekadar mewahnya, tapi pamerkan mewahnya itu loh,” kata Boyamin.

Beberapa contoh kehidupan mewah yang dilaporkan MAKI tersebut  beragam. Mulai dari liburan ke luar negeri hingga operasi plastik di Amerika Serikat.

“Artinya dia kan bergaya hidup mewah liburan ke luar negeri beberapa kali ke Jepang , operasi hidung ke Amerika, berobat ke Singapura berkali-kali, walaupun alasannya dia tidak percaya dokter Indonesia, terlalu anu lah, dan pamerkan di medsos dia,” ungkap Boyamin.

Sementara Ketua Komjak , Barita Simanjuntak mengemukakan, bahwa pihaknya akan menelusuri laporan MAKI tersebut terkait dengan gaya hidup mewah Pinangki. Sebab, hal itu juga merupakan salah satu tugas dari Komjak. Namun Barita merinci apa saja laporan dari MAKI.

“Perilaku hidup mewah menurut standar tidak wajar Komjak punya kewenangan melakukan pengawasan terhadap sikap perilaku jaksa dan pegawai kejaksaan di dalam dan luar kedinasan,” kata Barita.

Cekal dua jenderal

Sementara itu pihak  Polri melakukan pencekalan terhadap dua tersangka suap pada kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte (NB) dan si pemberi suap yakni Tommy Sumardi (TS).

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, permohoan pencekalan kedua tersangka itu sudah diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM  tanggal 5 Agustus 2020. Kedua tersangka tersebut dicekal selama 20 hari ke depan. Hal tersebut dibutuhkan agar penyidik dapat fokus melakukan penyidikan terhadap kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Sebelumnya, polisi menyita uang sejumlah 20.000 dolar dari hasil pengungkapan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra. Selain menyita laptop, handphone dan, kamera pengawas,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat, 14 Agustus 2020.

Sampai saat ini sudah ada empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Djoko Tjandra. Mereka adalah PU dan NB berperan sebagai penerima suap. Sementara dua tersangka berinisial JST alias Djoko Tjandra dan TS berperan sebagai pemberi suap. (B-003) ***