Jalan masih Panjang

30

HARUS kita akui, di beberapa tempat serangan Covid-19 mulai mengendur, meskipun tidak sederas seangannya. Di sumber pertamanya, Wuhan China, penduduknya sudah merasakan kebebasan dari belenggu corona. Kalaupun masih ada serangan tampak sporadis. Intensitas serangan di negara-negara Eropa juga  tidak sedahsyat seperti selama tiga bulan awal tahun 2020 ini.

Di Indonesia serangan Covid-18 masih intensif dan ekstensif. Jumlah orang yang positif terpapar corona tiap hari masih terus bertambah. Sampai Senin, 10 Mei 2020 jumlah yang positif terkena Covid-19 mencapai angka 11.000 lebih. Meskipun demikian, pasien yang sembuh hampir 2.000 orang sedangkan yang meninggal  sekira 8 ratus lebih. Artinya, penyembuhan berlangsung lebih baik.

Diprediksi dalam waktu satu-dua bulan ke dapan, Covid-19 akan  lenyap dari muka bumi. Optimisme itu harus menjadi pendorong kita semua secara bersama-sama melawan  Covid-19.  Yakinlah, manusia akan menjadi pemenang dalam perang melawan makhluk apapun, termasuk corona. Manusia punya akal yang menghasilkan ilmu pengetahuan.

Dengan Ilmu pengetahuan, para ahli dapat membuat penawar, obat, atau vaksin, untuk menahan laju penyebaran virus  corona. China sebagai cikal bakal penyebaran corona, dikabarkan sudah mampu memproduksi berbagai alat kesehatan khusus yang dapat digunakan oleh tenaga medis yang menangani Covid-19. Selalin China, AS dan beberapa negara,  sedang mwengembangkan dan memproduksi obat dan vaksin corona bahkan tinggal mendistribusikannya ke seluruh dunia.

Kalau saja prediksi corona akan hengkang dari muka bumi antara Mei – Juni, itu tidak berarti semua masalah dampak Covid-19 selesai. Jalan masih panjang. Kita, khususnyapemerintah menghadapi tantangan sangat berat. Pemulihan akibat sindrom Covid-19 jauh lebih berat daripada memberantas virus. Mental masyarakat, sarana – prasarana umum termasuk transportasi, dan perumahan. Rehabilitasi tenaga kerja yang di-PHK, industri khususnya pemenuhan target yang sempat tertinggal, dan laju partumbuhan ekonomi, moneter, serta kesejahteraan rakyat pada umumnya.

Itu semua membutuhkan kerja keras, disiplin, dan kebersamaan semua elemen masyarakat. Lupakan perbedaan paham, hilangkan sikap apriori dan pemusuhan. Negara dan rakyat sangat memerlukan langkah nyata semua elit masyarakat, dalam mengembalikan kehidupan yang damai dan sejahtera,***