Jelang Akhir Jabatan Sebagai Kapolri Jenderal Idham Azis Memiliki Utang besar

13

BISNIS BANDUNG – Jelang masa pensiun yang tinggal beberapa hari lagi Kapolri Jenderal Idham Azis masih memiliki dua utang kasus besar yang belum tuntas . Hal itu diungkapkan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane  terkait akan berahirnya tugas Jenderal Idham Azis sebagai  Kapolri  akhir bulan Januari 2021 ini

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menyebutkan,  dua kasus besar itu ialah pembantaian satu keluarga di wilayah Sigi, Sulawesi Tenggara oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan kasus 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditemabk polisi dalam bentrok di tol Jakarta-Cikampek.

“Masa pensiun Jenderal Idham Azis sekitar  20 hari lagi. Sepertinya Kapolri baru akan mewarisi dua utang besar yang ditinggalkan Kapolri Idham Azis  yang tentunya tidak akan mudah untuk diselesaikan Kapolri baru,” kata Neta dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Menurutnya, belum tuntasnya penanganan perkara Sigi dapat menjadi satu kegagalan jenderal polisi berbintang empat itu dalam pucuk pimpinan Polri.

Mengingat, Idham yang merupakan mantan petinggi di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan dikenal sebagai tokoh yang piawai dalam menangani perkara terorisme.

“Pelaku diduga adalah MIT pimpinan Ali Kolara yang beranggota hanya 14 orang. Tapi sudah 35 hari pelakunya belum juga tertangkap oleh jajaran kepolisian,” ujar Neta.

Sebab itu, lanjut Neta  , agar Idham dapat segera meringkus kelompok teroris itu jelang bergantinya tongkat kepemimpinan. Karena,  hal itu dapat menjadi hadiah pensiun Idham yang juga mantan Kapolda Sulteng tersebut.

Kemudian, yang lainnya menurut Neta, adalah kasus terbunuhnya enam anggota Lasar FPI yang masih menjadi kontroversi..

“Kedua kasus ini menjadi warisan Idham Azis untuk Kapolri baru yang bukan mustahil bisa menjadi masalah baru yang  rumit, selain membuat kepercayaan publik terhadap Polri makin negatif,” ungkap Neta.

Baca Juga :   AJI : Pola Teratur Tindak Kekerasan Dilakukan Saat Jurnalis Merekam Polisi Lakukan Tindakan Kekerasan

Neta mendesak agar Kapolri segera mengkonsolidasikan jajarannya untuk menuntaskan kasus-kasus itu sesegera mungkin.

Diperoleh keterangan, masa bakti Idham Azis akan berakhir pada 1 Februari 2021. Aturannya mewajibkan presiden mengirim nama pengganti ke DPR paling lambat 20 hari sebelum masa jabatan Kapolri sebelumnya habis.

Setelah ada nama yang dikirim, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Setelah lolos ujian, calon kapolri akan dilantik oleh presiden.

Presiden Jokowi pun disebut telah mengantongi nama calon  Kapolri baru . Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan,  Jokowi tinggal mengirim nama calon Kapolri ke DPR dalam waktu dekat.

“Prosedurnya sudah ada, tinggal tunggu waktu. Siapanya (calon kapolri) pasti sudah ada,” kata Moeldoko menjelaskan kepada wartawan. (B-003) ***