Jelang Pilkada Serentak 2018 Warga Diminta Periksa DPT

329

BISNIS BANDUNG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar mengingatkan kepada seluruh warga agar namanya dipastikan tercatat di daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Serentak 2018 di 16 kabupaten/kota dan provinsi.

“Kami ingatkan masyarakat agar memeriksa apakah namanya sudah masuk dalam daftar pemilih atau belum, itu tolong di cek,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Abdul Haris Bobihoe, di Bandung, pekan ini.

Ia mengimbau kepada masyarakat pada saat hari pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 agar memeriksa kembali apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum tercatat.
Selain itu, masyarakat setempat terus mengawal pembentukan para perangkat untuk Pilkada Serentak 2018.

“Tentunya harus dikawal terus bagaimana pembentukan para perangkat untuk Pilkada misalnya PPK, PPS dan lainnya,” ujarnya seraya menambahkan jangan lupa hari Rabu 27 Juni 2018 itu adalah hari libur, agar semua masyarakat datang ke TPS.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Yayat Hidayat menuturkan salah satu upaya agar masyarakat bisa memastikan namanya di DPT adalah dengan program gerakan sadar pilkada. Gerakan ini menandakan dimulainya persiapan penyelenggaraan Pilkada yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Anggota DPRD, Didin Supriadin mengingatkan KPU Jabar agar lebih teliti dalam pendataan daftar pemilih tetap (DPT) terkait pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

Ia menuturkan seorang warga bisa mendapatkan hak pilihnya di Pilgub Jawa Barat jika memiliki KTP elektronik dan apabila tidak memiliki KTP elektronik bisa digantikan dengan menujukkan surat keterangan.

“Surat keterangan itu tidak mudah maka ini harus benar-benar disosialiasikan kepada masyarakat oleh KPU Jawa Barat, bahwa untuk bisa mendapatkan hak pilih dengan surat keterangan itu seperti apa sih karena ada ketentuan-ketentuan tidak bisa mendadak,” kata dia. Selain itu, ia berharap agar KPU bisa optimal mensosialisasikan segala hal terkait tahapan calon perseorangan di Pilgub Jawa Barat 2018.

“Menyangkut syarat calon perseorangan pun di Pilgub Jabar 2018 tidak semudah di Pilgub Jabar 2013. Sekarang persyaratannya agak berat maka sosialiasi terkait bakal calon perseorangan harus dikasih tahu dari awal,” katanya.

Ia juga berharap proses verifikasi syarat dukungan untuk calon perseorangan di Pilgub Jawa Barat bisa dilakukan dengan selektif jangan sampai ada gugatan atau masalah di kemudian hari.

Terkait calon gubernur dari jalur perseorangan, KPU Jawa Barat menyatakan penyerahan dukungan untuk calon gubernur dari jalur perseorangan di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023 akan dilakukan mulai pada 22-29 November 2017. (B-002)***