Jembatan Perintis ke 88 Sungai Cikandang Garut

131

Satgas Ekspedisi 1000 jembatan gantung untuk Indonesia kembali membangun jembatan di wilayah Desa Tanjung jaya kecamatan pakenjeng kabupaten garut,jembatan ini menghubungkan antara desa tanjung jaya dan desa tegal gede.Pembangunan jembatan ke 88 mendapat dukungan dari YPO serta segenap unsur TNI Polri.Akses antara desa tanjung jaya dan tegal gede selama ini harus melalui sungai cikandang,sebelumnya telah ada jembatan gantung tidak jauh dari lokasi jembatan ini namun rusak akibat banjir sungai cikandang. Sebelum dibangun jembatan perintis ke 88,telah banyak jatuh korban akibat terseret derasnya arus sungai cikandang,bahkan ada beberapa angota masyarakat yang meninggal dunia.

Proses pembangunan jembatan ke 88 dari rangkaian ekspedisi 1000 jembatan gantung untuk Indonesia,melibatkan relawan vertical rescue Indonesia,masyarakat setempat,TNI Polri serta Tagana Garut.Pembangunan jembatan di targetkan selesai dalam waktu 6 hari,selama kurun waktu tersebut bahu membahu relawan vertical rescue Indonesia dibantu berbagai unsur mengerjakan jembatan siang dan malam.Teknik pembangunan jembatan merupakan inovasi yang di kembangkan oleh vertical rescue Indonesia.Teknik ini memiliki keunggulan dalam penggunaan material yang tidak terlalu rumit serta proses pengerjaan cukup singkat.Selain itu bila sudah tidak diperlukan jembatan bisa dengan mudah di buka dan dipindahkan ke tempat lain yang membutuhkan jembatan.

Baca juga: Paskhas TNI AU dan VRI Bangun Jembatan Perintis di Garut

Jembatan gantung ke 88 ini dinamakan jembatan merdeka,panjang bentangan kira kira 120 meter dengan lebar 1 meter,demi keamanan hanya 3 orang bergiliran yang diperbolehkan melalui jembatan.Untuk kekuatan cukup baik bahkan bisa dilalui oleh pengendara motor.Dengan dilibatkannya masyarakat setempat dalam pembangunan jembatan,diharapkan mereka bisa merawat jembatan tersebut setelah di serah terimakan.Jembatan setelah dibuka akan mempermudah akses anggota masyarakat kedua desa untuk bersekolah menggarap lahan pertanian serta perkebunan.Dengan adanya jembatan tersebut dikala musim hujan, dan debit sungai Cikandang cukup besar masyarakat tidak perlu khawatir terseret arus sungai lagi.

Tim vertical rescue Indonesia dengan ekspedisi 1000 jembatan gantung untuk Indonesia bertekad terus membangun jembatan gantung bagi kepentingan masyarakat. Terutama wilayah wilayah yang secara alamiah mengalami hambatan mobilitas akibat terpisah oleh sungai atau medan vertical yang membutuhkan jembatan gantung untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Dalam melaksanakan ekspedisi ini tim vertical rescue indonesia tidak meminta biaya sepeserpun pada pemerintah.Biaya pembuatan jembatan didapatkan dari para donatur serta anggota Tim Vertical Rescue yang bahu membahu mengumpulkan dana.