JIKA GEDUNG SATE DITUTUP

220
JIKA GEDUNG SATE DITUTUP

TANGGAL 3 sampai 14 Agustus 2020, kantor pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate ditutup. Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan, penutupan itu terpaksa dilakukan karena kantor itu menjadi klaster baru Covid-19. Sebanyak 40 orang yang berkantor di gedung kebanggaan Jabar itu, positif terpapar Covid-19 , di antaranya 17 orang pegawai negeri (ASN).

Kalau kegiatan pemerintahan di Gedung Sate ditutup, berarti Covi-19  sudah tidak dapat dianggap enteng atau sekadar isu atau main-main lagi. Bagi Provinsi Jabar, Gedung Sate merupakan pusat segala kegiatan yang berkaitan dengan manajemen pemerintahan. Tentu saja, masyarakat dan pemerintah sangat prihatin dengan penutupan itu. Meskipun hanya sekitar 14 hari, dampaknya sangat besar. Lambang kewibawaan Pemda itu itu terusik. Seperti pada Perang Dunia, kita sudah bertekuk lutut terhadap serangan musuh. Pusat pemerintahan mereka duduki.

Benar, pemerintrahan masih terus berlangsung meski tidak dikendalikan dari Gedung Sate.  Gubernur masih dapat menjalankan tupoksinya dari Gedung Pakuanm dari jalan, kabupaten/kota, atau tempat lain. Aparatutr pemerintahan provinsi masih dapat berkumpul mengendalikan jalannya pemerintahan meskipun secara virtual. Segala laporan, pengaduan, gagasan, pendapat dari bawah  setiap saat dapat disampaikan ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat secara daring. Justru melalui teknologi komuniaksi yang semakin canggih itu, alur komunikasi semakin evektif.

Namun, komunikasi tanpa tatap muka seperti itu, dapat mengurangi silaturahim antara atasan dan bawahan. Seperti pada musim perang, pemerintah seolah-olah berada di pengungsian dan pasukan terus bergerilya. Jalannya pemerintrahan terfokus pada perang. Pemerintah terus menerus berusaha mencari cara paling tepat mengalahkan musuh. Pemerintah dan masyarakat kini memusatkan pemikiran, bagaimana caranya melemahkan paparan Covid-19. Sektor lain seolah-olah terabaikan.

Kita berharap, keadaan seperti ini tidak berlangsung lama. Jangan biarkan Gedung Sate terus diduduki Covid-19.  Segera kita rebut kembali. Semua aparatur pemerintahan dapat kembali mengendalikan pemerinahan  dari gedung ikonik dan indah luar biasa itu. ***