Jika Ibadah Haji Dibatalkan Kemenag Siapkan Langkah

711

BISNIS BANDUNG – Sejumlah calon jemaah haji dari Bandung dan sekitarnya saat ini dalam kondisi  harap-harap cemas, apakah mereka bisa diberangkatkan atau ditunda hingga penyebaran virus Corona berakhir? Mereka juga menerima  pelaksanaan bimbingan haji yang melibatkan kerumunan  massa dihentikan.

Kementerian Agama telah bersiap, jika pelaksanaan ibadah haji tahun ini dibatalkan oleh pemerintah Arab Saudi, maka harus ada mitigasi terhadap para calon jamaah haji.

“Kita sudah menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi,” ujar Menag Fachrul Razi di Jakarta.

Kemenag telah melihat dan memantau perkembangan kebijakan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 1441H/2020M pada kondisi penanganan wabah pandemi COVID-19. Ada dua skenario yang sebenarnya disiapkan.

“Skenarionya adalah haji tahun ini tetap diselenggarakan atau dibatalkan,”ujarnya seraya menambahkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) masih terus berproses. Sampai hari ini, tercatat sudah 83.337 jamaah yang melakukan pelunasan. Untuk tahap awal, pelunasan ini akan berlangsung hingga 30 April 2020.

“Jika ternyata haji tahun ini dibatalkan, dana yang disetorkan saat pelunasan, dapat dikembalikan lagi ke jamaah,” ujar Menag.

Menag Fachrul Razi mengimbau para calon jamaah haji agar tetap mengikuti setiap tahapan haji, sembari terus sabar memantau perkembangan di Saudi.

“Apapun keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, itu pasti dilakukan bagi kemaslahatan orang banyak, khususnya para calon jamaah haji,” tuturnya.

Diketahui, sampai saat ini Pemerintah Arab Saudi masih membatasi ibadah yang dilakukan di dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Selain itu, mengantisipasi penyebaran virus COVID-19, Kemenag sementara menunda pelaksanaan bimbingan manasik haji secara konvensional yang melibatkan kerumunan massa.

Kemenag tengah memfinalkan beberapa skenario pelaksanaan manasik, antara lain distribusi buku manasik ke jamaah agar bisa dijadikan bahan bacaan, memanfaatkan media televisi dan radio untuk proses pembelajaran, menggunakan sarana pembelajaran daring, atau edukasi dan sosialisasi melalui media sosial

“Skema ini sedang difinalkan. Semoga bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini,” jelas Menag.(B-002)***