JK : Bukan Diajak Damai Virus Corona Harus Diperangi

23
JK : Bukan Diajak Damai Virus Corona Harus Diperangi

BISNIS BANDUNG – Indonesia sejauh ini masih terus bertarung melawan pandemi virus corona yang belum diketahui kapan akan berakhir. Setelah lebih dari dua bulan sejak virus tersebut masuk Indonesia melumpuhkan berbagai tatanan. Ribuan buruh kena PHK , puluhan dokter dan perawatan yang merawat pasien corona meninggal dunia, selain perekonomian yang terpuruk. Presiden Jokowi sempat meminta masyarakat untuk hidup berdamai dengan COVID-19 sampai vaksinnya ditemukan.

Pernyataan tersebut langsung menuai sejumlah respons dari masyarakat, salah satunya dari Ketua PMI, Jusuf Kalla (JK). Menurut mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut, virus corona harus diperangi, bukan diajak damai.

“Bisa saja, mati itu orangnya. Virus ini kan ganas dan tidak pilih-pilih siapa, tidak bisa diajak berdamai. Berdamai itu kalau dua-duanya mau. Kalau kita mau damai tapi virusnya enggak, ya gimana?” kata JK dalam diskusi Webinar Universitas Indonesia, Selasa (19/5).

JK menilai, istilah berdamai dengan virus corona  tidak tepat. Istilah yang tepat, menurut JK, adalah memulai kebiasaan hidup baru selama wabah virus corona.

“Tapi bukan berarti kita berdamai, enggak. Karena risikonya mati,” kata JK.

Setelah dikritik sana-sini, pihak Istana lalu meluruskan maksud pernyataan Presiden Jokowi soal  berdamai dengan virus corona. Menurut Istana, yang dimaksud hidup berdamai dengan virus corona adalah menaati segala kebijakan pemerintah yang bertujuan mencegah penyebaran penyakit tersebut.

 Kita juga jangan bersikap berlebihan, bersikaplah sepantasnya. Misalnya kalau PSBB, ya PSBB, jangan kemudian  ada yang mau karantina wilayah. COVID-19 sudah bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” kata Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian.

“Kita harus membiasakan diri dalam kondisi seperti ini. Bagaimana menggunakan masker, membatasi mobilitas keluar rumah.Kemudian mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan, cuci tangan dengan sabun dan tidak kontak fisik,” imbuhnya.

Sedangkan Juru Bicara Penanganan Corona. Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus bisa mulai beradaptasi dengan pandemi, termasuk  mengubah gaya hidup sehari-hari.

“Ini saatnya mulai mengubah perilaku kita hidup di dalam kondisi  terancam COVID-19. Yuri  menyadari, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat wabah ini. Ia berharap masyarakat bisa  bagaimana caranya bisa produktif selama masa pandemi dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang berlaku. (B-003) ***