Johns Hopkins  :   85.146 Kasus Di Seluruh Dunia Di Cina Korban Virus Corona Tewas Mencapai  2.835

3

BISNIS BANDUNG  – Jumlah korban meninggal akibat COVID-19 yang disebabkan virus corona mencapai 2.922 orang pada Sabtu (29/2/2020). Menurut catatan Johns Hopkins CSSE yang terjangkit virus ini juga semakin bertambah yaitu 85.146 kasus di seluruh dunia. Pada Jumat (28/2/2020), Komisi Kesehatan Nasional Cina (NHC) melaporkan 47 kematian baru akibat virus corona COVID-19. Semua kecuali dua dari kematian itu berada di Provinsi Hubei, tempat pertama kali virus corona diidentifikasi. Penambahan 47 kematian itu membuat total korban tewas di Cina menjadi 2.835 sejak merebaknya wabah pada Desember tahun lalu. Sebanyak 87 orang lainnya meninggal karena virus corona COVID-19 di luar Cina, dengan rincian sebagai berikut: di Iran 34 kematian , Italia 21 kematian, Korea Selatan 16 kematian, Jepang 10 kematian, Hong Kong  2 kematian , Prancis 2 kematian, Filipina 1 kematian dan Taiwan 1 kematian. Kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Cina meningkat 427 kasus pada hari Jumat, dengan 423 di antaranya berada di Provinsi Hubei.

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Cina daratan sekarang 79.251 kasus. NHC Cina menambahkan, total 39.002 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. Pada awal Februari 2020 Cina melaporkan ribuan kasus baru setiap hari. Sekarang, jumlah kasus baru yang dilaporkan tampak mulai menurun dan lebih stabil. Pada Rabu (26/2/2020) untuk pertama kalinya sejak virus corona menyebar, jumlah kasus baru yang dilaporkan di luar China dalam satu hari lebih besar daripada yang dilaporkan di Cina, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO meningkatkan status risiko global terhadap wabah virus corona COVID-19 dari tinggi ke sangat tinggi. “Virus ini bisa menuju ke segala arah. Kami tidak meningkatkan risiko, itu sudah ada di sana,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO mengatakan dalam konferensi pers di Jenewa pada hari Jumat. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi sekarang mencapai lebih dari 84.000, dengan lebih dari 5.000 kasus di luar daratan Cina. Meskipun jumlah kasus baru mulai mereda di Cina, wabah berkembang pesat di tempat lain, dengan meningkatnya tingkat infeksi di Korea Selatan, Iran dan Italia. Para pejabat kesehatan dari wilayah Lombardy Italia telah memperingatkan terjadinya “krisis rumah sakit” jika coronavirus terus menyebar. Menurut Profesor Massimo Galli, kepala departemen penyakit menular di Rumah Sakit Sacco Milan, ruang perawatan intensif di rumah sakitnya telah mencapai batas. Amerika Serikat (AS) telah melaporkan kasus ke-64 virus corona COVID-19 di California. Orang tersebut adalah pengungsi Pangkalan Angkatan Udara Travis dan penumpang kapal pesiar Diamond Princess.

Pengumuman ini datang di tengah kekhawatiran virus corona yang berkembang di AS. Menurut otoritas kesehatan setempat, kasus ke-63 COVID-19 di negara itu, yang dilaporkan sebelumnya pada Jumat, adalah kasus AS kedua yang tidak diketahui asalnya. Hal ini menunjukkan bukti penularan virus corona di dalam komunitas. Semakin banyak acara di seluruh dunia dibatalkan, baik konferensi maupun konser. CBS juga untuk sementara menangguhkan produksi acaranya “The Amazing Race” karena “meningkatnya kekhawatiran dan ketidakpastian mengenai coronavirus di seluruh dunia,” kata juru bicara CBS dalam sebuah pernyataan kepada CNN. Secara total, virus ini sekarang telah menyebar ke lebih dari 56 negara dan wilayah di luar Cina, demikian diwartakan CNN.com.  (B-003) ***