Jusup Kalla : Tuduhan Sebatas Ilmu Cocokologi  Dituding Bantu Kepulangan Rizieq Shihab Dari Arab Saudi

938

BISNIS BANDUNG – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dituding terkait dengan kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi untuk membantu memuluskan jalan Anies Baswedan menuju Pilpres 2024. Isu tersebut dibantah pihak Jusuf Kalla yang menganggap tuduhan itu sebatas ilmu cocokologi.

Awalnya, dia mengakui kehebatan tokoh Caplin yang membawa uang sekoper untuk membereskan semua urusan di Arab Saudi. Menurut Ferdinand, langkah itu dilakukan Caplin untuk melancarkan agenda politik pada 2022 dan 2024.Hal itu  mencuat dari eks politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di akun Twitter @FerdinandHaean3. Dalam cuitannya, Ferdinand menggunakan tiga istilah untuk menyamarkan nama tokoh,  yakni Caplin, Presiden, dan Si Asu Pemilik Bus Edan.

Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal,” cuit Ferdinand pada Rabu (4/11) “Tampaknya Presiden akan sgt disibukkan olh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan,” sambung cuitannya.

Sejumlah pengguna media Twitter pun riuh menanggapi cuitan Ferdinand tersebut dan mulai mencocokkan istilah-istilah pengganti tersebut dengan nama sejumlah tokoh nasional.

Salah satunya, akun @BapakePaki, yang mempertanyakan apakah istilah yang digunakan Ferdinand itu merujuk ke JK dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Chaplin=JK Bus edan=Anis ??? Gitu kahh?” cuit akun @BapakePaki menjawab cuitan Ferdinand Rabu (4/11).

Juru bicara Jusuf Kalla, Husein Abdullah, membantah mentah-mentah asumsi tentang upaya JK di balik pemulangan Rizieq Shihab ke Indonesia. Menurutnya, hal itu hanya dilakukan orang yang suka mencocok-cocokan informasi meski sebenarnya tidak berkaitan satu sama lain atau “cocokologi”.

“Ini kan kadang-kadang dengar ini itu terus Tweet bikin cocokologi, kemudian dengan segala retorika, berlindung menggunakan kata pengganti segala macam,” kata Husein saat bicara di TV One, Rabu (11/11).

Rencana Pembangunan Museum Nabi Muhammad SAW

Husein menjelaskan bahwa kepergian JK ke Arab Saudi berkenaan dengan rencana pembangunan museum Nabi Muhammad SAW di Jakarta. Sama sekali tidak ada agenda bertemu dengan Rizieq Shihab.

Kemudian menyaksikan penandatanganan museum Rasulullah yang akan bangun di Jakarta itu di Riyadh. “Biasanya  kita kalau sudah di Saudi  terus  umrah. Tidak afdol kalau tidak umrah. Ya umrah lah ke Mekkah,” kata Husein.

Husein mengatakan bahwa JK juga sama sekali tidak bertemu atau berkomunikasi dengan Rizieq selama di Arab Saudi. Dia juga membantah asumsi JK membawa banyak uang agar Rizieq bisa pulang ke Indonesia dan menjalankan agenda tertentu.

“Tidak ada. Itu sudah jelas agendanya, bertemu tokoh dunia yang mensponsori pembangunan museum itu,” ujar Husein.

“Kalau cerita bawa duit sekoper kita harus bikin report-nya tuh. Dicatat,” tambah Husein sambil terkekeh.

Front Pembela Islam (FPI) juga membantah ada campur tangan orang lain seperti Jusuf Kalla dibalik Kepulangan imam besarnya.

“Itu tidak benar. Di balik kepulangan ini ada Allah SWT, bukan lagi makhluk di balik kejadian ini,” kata Tim Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar saat kepada CNNIndonesia.com  , Rabu (11/11) yang dikutip Bisnis Bandung.com , Jumat (13/11/20). Menurutnya, dukungan kepulangan Rizieq  mengalir dari jutaan massa umat Islam di Indonesia.

“Jutaan umat yang merepresentasikan umat Islam, menyambut beliau dengan santun dan akhlak baik,” ujar Aziz. (B-003) ***