Kab.Bogor & Sukabumi Dilanda Banjir Bandang 3 Hanyut Masih Dicari

30
Kab.Bogor & Sukabumi Dilanda Banjir Bandang 3 Hanyut Masih Dicari

BISNIS BANDUNG—Banjir bandang terjadi di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, akibat hujan yang sangat deras, Senin malam (21/9/2020). Bahkan, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sukabumi masih mencari tiga orang yang diidentifikasi hanyut akibat banjir besar itu.

Tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, adalah Kecamatan Cicurug, Kecamatan Parung Kuda, dan Kecamatan Cidahu.
Lima desa yang terdampak banjir di Kecamatan Cicurug adalah Desa Pasawahan, Cisaat, Mekarsari, Bangbayang, dan Kelurahan Cicurug. Sedangkan desa terdampak di Kecamatan Parung Kuda adalah Desa Langensari dan Desa Kompa.
“BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 20 orang mengalami luka-luka dan 210 keluarga mengungsi dari Kecamatan Cicurug. Hingga pukul 22.00 WIB Senin (21/9), petugas masih mendata di tiga kecamatan terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya, Selasa ini.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengidentifikasi kerusakan di tiga kecamatan tersebut, yaitu 306 rumah terendam dengan enam rumah rusak berat dan tiga rumah rusak sedang. Sarana publik yang terdampak, antara lain 10 jembatan rusak berat dan satu mushola terendam.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (21/9) menyebabkan Sungai Citarik-Cipeuncit meluap pada pukul 17.00 WIB yang menyebabkan banjir bandang di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat terjadinya banjir dan tanah longsor akibat hujan deras tersebut.  Banjir terjadi di Pamijahan dan Jalur Puncak (Megamendung), sedangkan longsor di Caringin dan Cijeruk.

Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan, banjir yang terbilang parah terjadi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cianten. Meluapnya aliran sungai yang terjadi sejak pukul 14.30 WIB hingga petang itu menghancurkan sebuah jembatan dan tambak ikan.

Baca Juga :   Akuntan Bukan Cuma Kebutuhan Opini WTP

Sementara itu, kejadian longsor paling parah terjadi di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin. Material longsor yang menutup akses jalan sekitar pukul 17.00 WIB itu sempat menimbun beberapa orang. Tetapi, kini semua korban sudah berhasil dievakuasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor,  mencatat curah hujan berkategori ekstrem di Kawasan Puncak, Cisarua.

Berdasarkan pengukuran oleh BMKG pada hujan lebat yang terjadi sejak pukul 15.30 WIB hingga Senin malam, tercatat curah hujan 110 mm dari pengukuran di Stasiun Meteorologi Citeko.  Kemudian, 95 mm dari pengukuran Pos Polusi Udara Cibeureum.  Curah hujan ekstrem ini pertama kali terjadi sepanjang kemarau tahun 2020.(B-002)***