Kader PDI Perjuangan, Juliari Yang Ditangkap KPK Mantan Mensos Ini Memiliki Kekayaan Rp 47,188 Miliar

2121

BISNIS BANDUNG – Menteri Sosial Juliari Batubara , kader PDIPerjuangan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap dana bantuan sosial Covid-19. Berdasarkan  LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara) memiliki harta kekayaan Rp 47,188 miliar. Mayoritas harta yang dimiliki Juliari berbentuk tanah dan bangunan .

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mempertimbangkan untuk mendalami bukti-bukti yang diserahkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait bantuan sosial (bansos) masyarakat yang diduga disunat Kementerian Sosial selama pandemi Corona.

Berdasarkan temuan MAKI, Menteri Sosial non-aktif Juliari P Batubara disebut memotong bansos Corona lebih dari Rp 10.000/paket.

“Segala masukan masyarakat akan kami terima. Kalau memang cukup memenuhi syarat sebagai alat bukt, ya.. kami terima (bukti MAKI),”ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (16/12/2020).

Ditegaskan Nawawi , menerima seluruh bukti laporan masyarakat, bila adanya sejumlah dugaan bukti lain terkait bansos corona dipotong lebih dari Rp 10.000.

“Segala suatu akan kami gunakan. Kalau memang itu  bisa jadi tambahan alat bukti,”ujar Nawawi

“Berdasar penelusuran MAKI, telah ditemukan barang sembako yang dibagikan kepada masyarakat seharga kurang lebih Rp 188.000. Paket tersebut berupa 10 kg beras, minyak goreng 2 liter, 2 kaleng sarden 188 gr , roti biskuit kelapa 600 gram, susu bubuk  400 gram,” kata Boyamin dalam keterangannya, Rabu (16/12/20).

Juliari ditetapkan sebagai tersangka korupsi bantuan sosial covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020. Politisi Partai PDI Perjuangan itu diduga mendapatkan jatah atau fee sebesar Rp10 .000/paket bansos. Dari program bansos Covid-19, Juliari dan beberapa pegawai Kementerian Sosial mendapatkan Rp17 miliar. Sebanyak  Rp8,1 miliar di antaranya diduga mengalir ke kantong politisi PDI Perjuangan itu. Juliari juga dijanjikan akan mendapatkan jatah selanjutnya sebesar Rp8,8 miliar pada pengadaan bansos periode kedua.

Baca Juga :   Pesta Demokrasi Berimplikasi Kepada Daya Beli Aprindo Berharap Penjualan Bisa Membaik

Selain Juliari, KPK juga menetapkan sebagai tersangka dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial, yakni Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan pemberi suap adalah pihak swasta bernama Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang mencapai Rp14,5 miliar berupa mata uang rupiah dan mata uang asing. Masing-masing Rp11, 9 miliar, sekitar USD 171,085 (setara Rp 2,420 miliar) dan sekitar SGD 23.000 (setara Rp 243 juta).

Hasil sendiri

Di antaranya harta yang dimiliki Juliari diperoleh diakui hasil sendiri,  berupa tanah dan bangunan seluas 468/421 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp 9.305.889.000. Kemudian tanah dan bangunan seluas 170/201 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp 3.459.275.000. Kemudian ada tanah dan bangunan seluas 177/123 meter persegi di Bogor nilainya setara Rp 972.000.000, tanah dan bangunan seluas 215/142 meter persegi di Bogor senilai Rp 1.500.000.000, serta tanah dan bangunan seluas 275/155 meter persegi di Bogor senilai Rp 1.500.000.000. Juliari juga melaporkan memiliki tanah dan bangunan dari hasil hibah berupa seluas 266/394 meter persegi di Badung dengan akta senilai Rp. 25.700.515.450, tanah dan bangunan seluas 1.402/623 meter persegi di Bogor dengan akta senilai Rp. 5.290.668.000.

Tidak hanya itu, Juliari Batubara juga memiliki harta warisan di Simalungun, Sumatera Utara berupa tanah dan bangunan seluas 1.758/150 meter persegi senilai Rp 124.410.000, tanah dan bangunan seluas 3.398/217 meter persegi senilai Rp. 161.053.000, tanah seluas 10.638 meter persegi senilai Rp 76.061.700, dan tanah seluas 1.071 meter persegi senilai Rp 28.170.000. Mengenai kepemilikan kendaraan, Juliari hanya melaporkan satu unit kendaraan berupa mobil Land Rover Jeep tahun 2008 yang ditaksir seharga Rp 618.750.000. Selain memiliki harta bergerak lainnya setara Rp 1.161.000.000 serta harta berupa surat berharga senilai Rp 4.658.000.000. Juliari memiliki kas  setara  Rp 10.217.711.716 serta hutang  Rp 17.584.845.719.  (B-003) ***

Baca Juga :   Pro Kontra Pemindahan Kantor Pemprov ke Tegalluar